Selasa, 18 November 2014

REPRODUKSI SI RAJA BUAH (Durio zibethinus, Murray)



REPRODUKSI SI RAJA BUAH (Durio zibethinus, Murray)
Oleh : Muhammad Faizal

ABSTRAK
Bunga mengambil peran penting dalam produksi tanaman. Penelitian biologi bunga dilakukan terhadap bunga durian, salah satu jenis bebuahan yang sehat dan bernilai ekonomis tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Februari 2007. Lokasi penelitian di kebun durian Desa Mendalanwangi Wagir Malang, tinggi tempat sekitar 431 m dpl, suhu rata-rata harian 26°C dan kelembaban 60%. Lima kultivar durian, yaitu Monthong, Sitokong, Sunan, Hepe, dan Petruk yang berumur 10 tahun, digunakan sebagai materi.
Kata kunci : Reproduksi, Durian (Durio zibethinus)
            Jenis durian unggul yang sudah dirilis oleh pemerintah sejak tahun 1984 hingga tahun 2009 sebanyak 71 varietas. Durian rilisan tersebut berasal dari seluruh persada Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap daerah mempunyai jenis unggulan sendiri. Keragaman jenis tersebut disebabkan karena kebanyakan tanaman durian tersebut berasal dari biji.
Masalah yang dihadapi dalam agribisnis durian adalah produksi yang masih labil sehingga kebutuhan nasional belum bisa dicukupi oleh produk dalam negeri. Produksi buah durian nasional tahun 2003 adalah sebanyak 741.831 ton dan pada tahun 2007 turun menjadi 594.842 ton. Sementara itu, impor buah durian pada tahun 2003 sebanyak 3.026 ton dan meningkat menjadi 21.827 pada tahun 2007 atau sekitar 700% (Wibawa, 2009).
Kelemahan produktifitas dan kontinyuitas suplai buah durian harus diselesaikan dengan penelitian yang serius, baik dalam aspek agronomi, fisiologi dan pemuliaan tanaman. Salah satu aspek agronomi-pemuliaan tanaman yang penting dalam produksi adalah pembungaan dan pembuahan. Dalam penelitian ini dilaporkan kajian perkembangan bunga dan buah beberapa durian unggul rilisan nasional yaitu Petruk, Sunan, Sitokong, dan Hepe. Selanjutnya varietas Montong digunakan sebagai pembandingnya. Hipotesis yang hendak diuji adalah adanya perbedaan periode perkembangan bunga dan buah serta nilai fruit-set antar varietas rilisan tersebut.




METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik observasi terhadap pembungaan dan perkembangan buah. Metode pengumpulan data sesuai dengan Singarimbun dan Effendi (1990). Pohon durian yang digunakan sebagai sampel masing-masing terdiri dari 5 pohon, sehingga jumlah pohon semuanya adalah 25. Pohon dipilih yang seragam, dalam satu pohon diambil 15 contoh (dompol bunga) untuk pengamatan pertumbuhan dan perkembangan bunga dan fruit-set.
Secara keseluruhan objek yang diamati adalah jumlah bunga, waktu bunga mekar (dilakukan pada jam 06.00 WIB, jam 12.00 WIB, jam 15.00 WIB, serta jam 22.00 WIB). Waktu bunga rontok (dilakukan setiap jam 06.00 WIB, jam 12.00 WIB, jam 15.00 WIB, dan jam 22.00 WIB). Dalam penelitian ini digunakan analisis ragam dan menggunakan alat bantu SPSS versi 13,0 yang diolah dengan analisis oneway Anova.

HASIL PENELITIAN
Pembungaan dan perkembangan buah durian dalam periodik lima varietas tanaman durian dapat dilihat pada Tabel 1.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcRGWDQdbmf5hQ3BLnSzhvLk9FqKNmsC-_dOd2hR7GoklgowRRbjiS0BebdI03j9uFJSPEbCiJHeC2-FqpGyKbvzULimL7x39jE8av49NIf4Zpdg5BkaAaZv9q8QfMj4ZzSOMZ2MYEIRE/s1600/Tabel+1+Periode+perkembangan+bunga+dan+buah.jpg

            Keterangan: 1a. Muncul tunas bunga, 1b. Pertumbuhan tunas sampai muncul bunga, 2a. Pertumbuhan bunga, 2b. Bunga pecah sampai anthesis, 2c. Anthesis menuju rontok, 3. perkembangan dari anthesis ke kematangan buah.
Perubahan bentuk bunga terjadi sesuai dengan umur bunga. Tunas bunga durian muncul pada cabang sekunder maupun tertier. Tunas yang muncul terus berkembang selama 3 minggu kemudian baru muncul bunga. Perkembangan tunas berakhir pada saat bunga mekar dan kemudian berkembang bersama perkembangan buah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Nbc-f3Wxs7yh7ItZ_ZP6iRi_cI_NKhpHuVHgDYT8KNXb13W4SxOHlI9VC05Z9axAwMggiz-CY6Kuo8kKT6C0nv2mQlU6X03m-enEOhv2f4V5Ct6y3EE5woVct3S1gipPPX4_-ca_PJ4/s1600/Gambar+2+Perkembangan+bunga+durian.jpg

Gambar 1. Perkembangan bunga durian. 1. umur 3 msmt, 2. umur 4 msmt, 3. umur 5 msmt, 4. umur 6 msmt, 5. umur 7 msmt,6. umur 8 msmt, dan 7. umur 9 msmt.
* msmt : minggu setelah mekar bunga.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHaMu92L1ZbLEV6LPkeLb6F9bO55rTZdWbGD2K3wrV27UInqsPT6Osor6-x7ICvbvAHKo9_bmQknKyD2HFInDCCzl8psNRzO3XsGTxKw6VJQz1wzKfftcrTezdQu3RHOBqIH-M86lsFy8/s1600/Gambar+3+Periode+pembungaan+durian.jpg

Gambar 2. Periode pembungaan durian
Karakter buah dari beberapa jenis durian yang diuji menunjukkan perbedaan, lihat Tabel 2. Ukuran panjang dan diameter buah menunjukkan bentuk buah. Sebaliknya ukuran buah Varietas Monthong lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfiuYR4B7YgZddAOIT19PRZD20cTM0fIYC7nTTc2QJOp9zSY2miuiwUApDPLmmtkeTCTt5bT8EaJxS6DPZq21VEEqlZ21DAZzeXpjn-8QTEifJgwAGNujUgAunCrxHxxabA8lyi_useaE/s1600/Tabel+2+Ukuran+buah+durian.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisLhKJNzIuxdPBsgRX6SXgYSmVr9qFCunxeIXcnMS0lSBdrubBcIvxR9CLTH_Rqp6oygAn5hVz0D9d6EU2rH7oCn3pvwhHBBMPIfeh-LezdjeaBKDu-2Ojujs9Oi_R70bpkHUofpdnlxw/s1600/Gambar+4+Perkembangan+buah.jpg

Gambar 3. Perkembangan buah, 1.umur 1 msa, 2.umur 2 msa, 3.umur 3 msa, 4. umur 4 msa, 5. umur 5 msa dan 6. umur 6 msa.
* msa: minggu setelah anthesis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxDxLcY71-l-Gz2XvLxUVHm8kWcuG9nDofjUlNki9gZBRop6dXt23xReydbc2vOVcE6VhOWOVsRXy75ari_B60cg5IldzKY43l4P7XuZTuVmXdI7mwJYL2KcFKOwsHptJqgRyqixyAaZ0/s1600/Tabel+3+Rata-rata+Fruit-set+per+varietas.jpg

Keterangan: Angka yang didampingi huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji Duncan 5%.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Berdasarkan data yang tertera dalam Tabel 1 ternyata varietas Monthong memiliki minimal masa panen yang paling cepat dan varietas Hepe yang terlama. Masa pembungaan dari awal muncul bunga dan perkembangan tunas bunga masing-masing varietas sama yaitu 2 minggu setelah muncul tunas (msmt). Pada tahap pembungaan menuju anthesis varietas Monthong mekar lebih awal dibanding varietas lain. Perbedaan juga terjadi pada periode dari anthesis menuju kematangan buah.
Pada periode ini Monthong memiliki periode pematangan buah yang lebih awal dibanding varietas lain, sedang antara varietas Petruk, Sunan, Sitokong, dan Hepe rata-rata sama. Adanya variasi ini disebabkan karena ada perbedaan genetik dari masing-masing varietas yang memungkinkan terjadi perbedaan respon tanaman terhadap suhu lingkungan tumbuh. Calvo (1999) melaporkan bahwa ada perbedaan periode tahap pertumbuhan pada tanaman loquat antara varietas Cardona dan varietas San Filipparo disebabkan karena suhu. Perkembangan buah pada suhu rendah dapat memperlambat perkembangan buah menuju kemasakan buah.
            Bunga durian adalah bunga sempurna, yang memiliki benang sari dan putik serta memiliki kompartemen hiasan bunga yang lain. Organ bunga tiap varietas memiliki perbedaan, antara lain dalam jumlah benang sari dan aroma bunga. Hal ini menunjukkan ada perbedaan karakteristik bunga dari tiap varietas. Variasi organ seksual ini sebagaimana yang dilaporkan oleh Brown (2006) bahwa terdapat perbedaan jumlah petal dari klone D88 dan klone D104, tetapi memiliki jumlah benang sari yang sama. Yacoob (1995), mengatakan bahwa bentuk bunga dan buah dapat digunakan untuk identifikasi varietas.
            Periode pembungaan masing-masing varietas menunjukkan perbedaan. Waktu pembungaan paling awal adalah varietas Monthong diikuti Petruk, Hepe, Sitokong, dan Sunan. Periode pembungaan yang paling lama adalah varietas Monthong diikuti Hepe, Petruk, Sitokong, dan Sunan. Periode pembungaan tiap varietas dapat dilihat pada Gambar 2.
Waktu yang diperlukan untuk perkembangan bunga dalam penelitian ini dari inisiasi sampai bunga mekar adalah 6-7 minggu. Keadaan ini sesuai dengan pernyataan French (2001) bahwa pembungaan durian dari inisiasi sampai anthesis memerlukan waktu kurang lebih 6-8 minggu.
Mekar atau anthesis merupakan tahap pembukaan bunga yaitu saat bagian-bagian bunga siap untuk penyerbukan. Dari hasil diketahui bahwa waktu mekar tiap varietas terjadi pada sore sampai malam hari dan rontok pada akhir malam sampai pagi hari. Hal ini sesuai yang dilaporkan Lim (1997) bahwa anthesis bunga terjadi pada jam 15.30 sampai 18.00 dan rontok pada malam hari.
Mekar dan rontok bunga terjadi pada durian, masing-masing varietas menunjukkan perbedaan. Varietas Sunan waktu mekar lebih seragam dibanding Monthong, antara pukul 16.00 sampai pukul 18.00, sedangkan Monthong mekar lebih awal yaitu pukul 15.00 sampai pukul 22.00. Bunga yang mekar pada sore hari sekitar pukul 16.00 akan rontok pada malam sampai pagi hari. Pada varietas Sunan waktu rontok sebagian besar terjadi pada malam hari, karena waktu mekar bunga yang hampir seragam pada sore hari. Pada varietas Monthong waktu rontok lebih bervariasi, ada yang terjadi pada malam hari ada yang pada pagi hari.
Buah terbentuk dari bakal buah setelah bunga mengalami penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan buah durian dibantu oleh serangga seperti lebah dan semut. Hal ini disebabkan bunga mengandung nektar dan beraroma harum yang dapat mengundang serangga. Setelah penyerbukan, mahkota dan benang sari akan layu dan rontok dan kemudian bakal buah akan berkembang menjadi buah. Ilustrasi pertumbuhan buah dapat dilihat pada Gambar 3.
            Pembentukan buah durian terjadi setelah bunga anthesis yang secara tidak langsung diserbuki oleh serangga atau kelelawar menurut Ashari (2002: 2006). Setelah penyerbukan mahkota dan benang sari akan layu dan rontok (6-12 jam setelah anthesis). Pelayuan dan perontokan mahkota dan benang sari ini disebabkan oleh pengangkutan air secara besar-besaran dari bunga ke bagian ovarium. Salisbury dan Ross (1992) Bakal buah durian yang berhasil dibuahi berkembang. Volume buah dari tiap minggu mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan pada saat perkembangan buah terjadi peristiwa pembelahan dan pembesaran sel dalam berbagai arah pertumbuhan yang menyebabkan perubahan perbandingan panjang dan diameter buah, sehingga terjadi perubahan bentuk buah (Hidayat, 1995).
            Hasil pengamatan jumlah buah tiap varietas dapat dilihat pada Tabel 3. Jumlah buah dari yang tertinggi sampai terendah pada akhir pengamatan adalah Monthong, Petruk, Sunan, Sitokong dan Hepe. Jumlah buah dari minggu ke-1 sampai minggu ke-18 mengalami penurunan karena rontok. Penurunan jumlah buah paling tinggi pada minggu ke-3 yaitu Monthong 13 %, Petruk 7,1 %, Sunan 8,3 %, Sitokong 9,5 %, dan Hepe 0,6 %. Tetapi jumlah buah pada varietas Hepe mengalami penurunan paling tinggi terjadi pada minggu pertama setelah bunga rontok.
Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa fruit-set dari antara varietas satu dengan varietas lain menunjukkan perbedaan. Fruit-set tertinggi pada varietas Sunan 2,96 % diikuti Monthong 2,03 %, Petruk 1,62 %, Sitokong 0,99 %, dan terendah Hepe 0,21 %. Rata-rata persentase fruit-set adalah 1,56 %. Produksi buah pada varietas Hepe, Sitokong, dan Petruk masih rendah dibandingkan dengan varietas Monthong dan Sunan. Produksi buah pada varietas Hepe baik per cabang atau per pohon sangat rendah dibandingkan dengan produksi buah pada daerah asal. Yaacob (1995) mengemukakan bahwa produksi durian varietas Monthong 50-70 buah/pohon/tahun, dan varietas Petruk, Sunan, Sitokong, dan Hepe sekitar 50-200 buah/pohon/tahun. Hal ini disebabkan perbedaan respon masing-masing varietas terhadap lingkungan tumbuh. Jenis durian rilisan sudah sangat banyak, yaitu sekitar 67 jenis (Wibawa, 2009). Pengujian multi-varietas dalam hal ini pada lokasi yang berbeda sangat perlu dilakukan sehingga ditemukan jenis rilisan yang paling toleran untuk ditanam disebarang tempat di Indonesia.



PENUTUP
Periode tahap perkembangan bunga dan buah dari masing-masing varietas berbeda. Perbedaan terjadi pada tahap perkembangan buah menuju fase kematangan. Waktu total yang dibutuhkan dalam perkembangan buah dari varietas Monthong, Petruk, Sunan, Sitokong dan Hepe berturut-turut 178-214 hari, 185-214 hari, 193-214 hari, 193-214 hari, dan 207-214 hari. Monthong memiliki periode yang paling cepat.
Persentase fruitset dari masing-masing varietas berbeda. Varietas Sunan memiliki persentase fruitset paling tinggi diikuti varietas Monthong, Petruk, Sitokong dan yang terendah Hepe.

DAFTAR RUJUKAN
Ashari, S. 2002. Pengantar Biologi Reproduksi Tanaman. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ashari, S. 2004. Biologi Reproduksi Tanaman Buah-buahan Komersial. Malang: Bayumedia Publishing.
Ashari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Jakarta:  Universitas Indonesia Press.
Brown, M.J. 1997. Durio – Bibliographi Review. IPGRI Office for South Asia. New Delhi. P. 23-68
Carlo. J.M, M.L. Badenes, H. Bleiholder, H. Hack, G. Lacer, and U. Meier. 2002. Phenological Growth Stages of Loquat Tree (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl.). Great Britain. Ann. Appl. Boil. Vol: 140. Pp: 151-157
French, B. 2001. Durio zibethinus, (Online), (http://ecoport.org/. diakses 10 November 2014).
Hidayat, E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB.
Lim, T.K, and L. Luders. 1997. Durian Flowering, Pollination and Incompatibility Studies. Great Britain. Ann. Appl. Boil. Vol: 132. Pp: 151-165.
Salisbury, F.B, dan C.W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Terjemahkan oleh Dyah R Lukman dan Sumaryono.1998. Bandung: ITB.
Yaacob, O, and S. Subhadrabandhu. 1995. The Production of Economic Fruits in South-East Asia. New York: Oxford University Press. P. 90–97.


Selasa, 16 September 2014

Manfaatkan Mikroba sebagai Pupuk Organik


Manfaatkan Mikroba sebagai Pupuk Organik
Oleh: Nawa Tunggal

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia membiakkan mikroba perakaran atau plant growth promoting Rhizobacteria. Mikroba itu dimanfaatkan sebagai pelengkap pupuk organik hayati. Penggunaannya memandirikan petani, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan menyehatkan tanah.

LIPI mengoleksi mikroba di setiap tipe ekosistem Indonesia. Koleksi disimpan di Indonesian Culture Collection di Cibinong Science Center. Mikroba-mikroba itu memiliki karakteristik berbeda untuk setiap jenis lahan, di antaranya mikroba untuk memacu hormon pertumbuhan,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Nuramaliati Prijono, akhir Juni lalu, di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia menghadiri panen perdana padi yang menggunakan pupuk organik hayati dilengkapi mikroba dari Beyonic-StarTmik LIPI.

Beyonic-StarTmik LIPI adalah label untuk produk pembiakan mikroba sesuai keperluan. Tidak hanya untuk pertumbuhan tanaman, tetapi juga bisa untuk biopestisida, misalnya.
Menurut Siti, pupuk organik hayati (POH) Beyonic-StarTmik LIPI memiliki keunggulan tambahan perbanyakan mikroba sesuai kebutuhan dan tak dimiliki pupuk organik lain. Di Ngawi, mikroba hasil pembiakan LIPI digunakan untuk produksi padi.

Menurut Sarjiya Antonius dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, penggunaan POH Beyonic-StarTmik LIPI meningkatkan 20 persen sampai 30 persen hasil produksi. Selain itu, bisa untuk mengurangi biaya produksi.

”Harga produksinya jauh lebih murah jika dibandingkan menggunakan pupuk kimia. Kalau harga pupuk kimia Rp 40.000, biaya produksi untuk POH Beyonic-StarTmik LIPI setara pupuk kimia hanya sekitar Rp 10.000,” kata Sarjiya.

Selain biaya ditekan sampai 25 persen dibandingkan pupuk kimia, POH Beyonic-StarTmik LIPI juga ramah lingkungan.

Bahan di sekitar
Bahan karbohidrat dan protein hayati yang ada di sekitar, menurut Sarjiya, merupakan faktor utama penekan biaya produksi POH Beyonic-StarTmik LIPI menjadi lebih murah. Di Ngawi sempat dicontohkan produksi 100 liter POH untuk 1 hektar sawah padi menggunakan 13 macam bahan.
Untuk sumber karbohidrat digunakan gula merah 3 kilogram, tetes tebu 3 liter, tepung jagung 3 kilogram, dan bekatul 3 kilogram. Sumber protein memanfaatkan kecambah 6 kilogram, tepung ikan 3 kilogram, dan telur ayam empat butir.

Kemudian ditambahkan air kelapa muda empat buah, agar-agar instan empat bungkus, kapur setengah kilogram, dan fosfat (nutrisi anorganik triple super phosphate/TSP) setengah kilogram. Mikroba Beyonic-StarTmik digunakan sebanyak 3 liter dan air bersih 100 liter.
”Proses produksinya menggunakan proses fermentasi selama tiga minggu,” kata Sarjiya.
Cara membuat POH, pertama merebus kecambah untuk mendapat air perasan kecambah lunak. Bekatul dicampur tepung ikan direbus. Gula merah juga direbus. Setelah dingin, semua bahan dicampur.
Campuran ini kemudian ditambah telur mentah yang sudah dikocok, agar-agar, fosfat TSP, tepung jagung, tetes tebu, kapur, dan 100 liter air bersih.

Campuran ini lalu ditambah Beyonic-StarTmik LIPI. Proses anaerob selama tiga pekan menjadikan campuran berbagai bahan tadi sebagai pupuk cair organik hayati yang diperkaya mikroba.

Model
Anggota Komisi VII DPR, Markum Singodimejo, ikut hadir dalam panen perdana padi menggunakan pupuk hasil pengembangan LIPI. Proses produksi POH Beyonic-StarTmik LIPI di Ngawi menjadi model pemanfaatan hasil riset LIPI.

”Selama ini hasil riset berbagai lembaga hanya menjadi tumpukan laporan. Penerapan hasil riset LIPI menjadi POH menjadi model yang dibutuhkan petani,” kata Markum.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, adopsi pengetahuan baru oleh masyarakat petani membutuhkan contoh nyata di lapangan. Namun, gerakan masyarakat petani membutuhkan arah kebijakan yang jelas dari tingkat pemerintah pusat.

Siti Nuramaliati mengatakan, sebelum di Ngawi, Beyonic- StarTmik LIPI sudah diuji coba di Malinau, Kalimantan Timur, dan juga di Wonogiri.

”Untuk aplikasi hasil riset ini tidak pernah dialokasikan anggarannya oleh LIPI. Peran pemerintah daerah diharapkan,” kata Siti.

Model produksi POH Beyonic-StarTmik LIPI di tengah masyarakat tidak hanya menjanjikan hasil produksi yang meningkat, tetapi juga menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat mikroba tanah yang dapat dibiakkan dan dimanfaatkan untuk membantu petani.

Kompas Cetak, 12 Juli 2013.


Selasa, 09 September 2014

DOKTOR…, MAGISTER…, SARJANA…., SPd; SSi; ST; SS; S.E; SP; MM; MSi; MP; MAg;……




Seringkali ketika bertanya kepada mahasiswa baru tentang tujuan kuliah…, kita menemukan jawaban singkat dari beberapa mahasiswa baru yaitu untuk mendapatkan gelar sarjana.
Jawaban itu memang menunjukkan realitas masyarakat dan realitas dunia pendidikan sekarang.
Tidak dipungkiri bahwa dalam dunia pendidikan sekarang seolah-olah hanya bertujuan mengejar gelar semata.., sehingga lulusan perguruan tinggipun/seorang sarjana banyak yang tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan gelar kesarjanaannya.., jangankan sarjana, lulusan magisterpun juga masih bingung apa yang akan dilakukan dengan gelar magisternya.
Karena mereka tidak memperoleh pekerjaan dengan S1-nya kemudian daripada menganggur mereka menempuh S2, dengan harapan ijasah S2 peluang mendapat pekerjaan akan lebih baik.
Padahal belum tentu, di dunia kerja lebih diutamakan calon pekerja yang trampil dan fit dengan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya dan bukan semata melihat gelar-gelar yang dibawanya.
banyak orang tua menyekolahkan anaknya adalah lebih untuk mengejar gelar… dengan harapan dapat pekerjaan yang baik dengan gaji yang tinggi.
Seolah-olah gelar menjadi parameter utama. Tanpa gelar, seolah olah eksistensi keilmuan seseorang dianggap tidak eksis.
Dengan gelar…. Seseorang merasa bisa dihargai secara sosial… dan akan mendapatkan penghargaan yang lebih..;
Tanpa gelar…. seorang pria seolah tidak dapat meyakinkan calon mertuanya untuk dapat menikahi anak gadisnya; Tanpa gelar…. Seorang pegawai seolah tak akan bisa naik jabatan pada eselon diatasnya; Tanpa gelar…. Seorang bisnisman seolah tidak cukup meyakinkan rekanannya; Tanpa gelar…. Seorang politisi seolah tidak akan dapat menduduki kursi dalam pemerintahan.
Dalam kehidupan masyarakat sekarang… Gelar seolah menjadi prestise baik di bidang sosial, ekonomi, bisnis, politik. Gelar telah mengalami pergeseran nilai dan substansi fungsinya. Gelar telah menjadi sebuah status.
Masyarakat semakin lama semakin menganggap bahwa… mereka akan dapat mencapai tujuan sosial, politik, ekonomi dan bisnisnya ketika mereka sudah mendapat embel-embel gelar. Sehingga disebut masyarakat yang haus gelar.
Karena masyarakatnya telah menjadi haus gelar dan bahkan gila gelar…. Maka dunia pendidikannya semakin lama juga seolah menjelma menjadi sebuah pasar atau industri dimana gelar akademik menjadi alat transaksi (yang penting bayar… kemudian akan dapat gelar). Pendidikan bukan lagi berkaitan dengan membangun karakter, moral dan etika, tapi lebih pada masalah produksi dan distribusi.
Oleh karena itulah… sangat mendesak adanya perubahan yang mendasar… mungkin juga radikal tentang sistem pendidikan selama ini. Tidak cukup sekedar perubahan kurikulum…, tetapi harus ada perubahan yang menyeluruh akan sistem pendidikan kita ini.
Karena dengan sistem pendidikan yang ada sekarang, hasilnya juga seperti yang ada sekarang. Jadi saatnya ada perubahan yang menyeluruh untuk kehidupan yang lebih baik, melahirkan generasi dengan Iman yang kuat, dan mampu mandiri diusia yang masih muda.
Pendidikan untuk mencerahkan, pendidikan untuk menyadarkan, pendidikan untuk memandirikan, pendidikan untuk menghilangkan kegalauan, pendidikan untuk memakmurkan, pendidikan untuk menyadarkan akan pengabdian kepada Yang Maha Pencipta, pendidikan untuk menselaraskan kehidupan dengan kehendak Pencipta, pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran untuk dapat berkontribusi bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi semua makhluk. PENDIDIKAN BUKAN UNTUK MENDAPATKAN GELAR. (mungkin bisa dibaca lagi tulisan saya yang berjudul “S2 atau angon Wedus”).
Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 9 September 2014)

Jumat, 29 Agustus 2014

Makanan Yang Murni

Pagi tadi ketika mau mengisi BBM di POM BBM Sawojajar… terlihat POM sepi.. tidak seperti beberapa hari kemarian yang antriannya sangat panjang; ternyata premiumnya habis… (pantesan sepi)… sehingga sepeda motor ulung (Honda 75) terpaksa diisi pertamax.
Ternyata setelah diisi pertamax, performa kendaraan memang beda… meskipun motor jadul buatan tahun 75 tapi terasa lebih bertenaga dan tarikannya lebih enteng.. tidak seperti biasanya.
Jika sehari hari menggunakan premium yang mempunyai nilai oktan 88… kemudian karena terpaksa (premium langka).. diisi pertamax dengan nilai oktan 92 sehingga membuat kendaraan lebih bertenaga. Jika premium menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak.. sementara pertamax menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibandingkan BBM lainnya.
Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar bensin mencegah terjadinya detonasi/ketukan pada proses pembakaran. Bila angka oktan tidak memadai atau sangat rendah, maka ketukan yang terjadi dapat merusak mesin atau mengurangi kinerja dan efisiensi mesin. Tapi penyesuaian angka oktan tidak bertujuan menambah kandungan energi bbm, tetapi untuk memanfaatkan semaksimal mungkin energi yang dapat diperoleh pada proses pembakaran dan melindungi mesin terhadap kerusakan akibat detonasi.
Mungkin… kita bisa mempersamakan dengan tubuh kita. Jika mesin diisi dengan premium atau pertamax dengan nilai oktan yang berbeda… maka dapat menyebabkan performanya berbeda. Begitu juga dengan tubuh kita… jika perut diisi dengan makanan yang berbeda (oktan yang berbeda….) maka akan mempengaruhi tingkat kesehatan.
Persyaratan nilai oktan dalam kendaraan jika dipenuhi… maka akan membuat mesin kendaraan menjadi lebih awet dan terasa lebih bertenaga.. karena kinerja mesin menjadi lebih efektif dan efisien.
Persyaratan makanan yang perlu dikonsumsi oleh tubuh kita… jika dipenuhi akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Persyaratan itu dapat dilihat pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168 dan surat Kahfi ayat 19.
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS 2: 168)
Dan Demikianlah kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. berkatalah salah seorang di antara mereka: sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, Maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (QS 18: 19).
Tubuh akan menjadi lebih sehat dengan performa yang lebih baik… jika makanan yang masuk dalam tubuh kita adalah yang Halalan Thoyyiban dan Azkaa tho’aaman.
Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah." Apa jawaban Rasulullah SAW, "Wahai Sa'ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya.Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya." (HR At-Thabrani)
”Sesungguhnya tidak masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari sesuatu yang haram, namun neraka lebih berhak untuknya. (HR Imam Ahmad Bin Hambal)
"Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (HR At-Thabrani).
"Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).
Untuk persyaratan Azka tho’aaman… dimana seringkali tubuh kita dimasuki makanan yang tidak murni lagi (Tidak Azka tho’aaman). Bahwa makanan yang beredar sekarang tidak terlepas dengan makanan yang sudah tidak murni lagi. sebagai contoh adalah penggunaan monosodium glutamate (MSG) pada hampir semua makanan. Masyarakat ketika mengkonsumsi mie instan…dapat dipastikan mengandung MSG. Makanan diwarung-warung makan ataupun direstoran juga tidak terlepas dari penggunaan MSG. Dengan menggunakan MSG selera makan menjadi meningkat… karena aroma dan rasa menjadi lebih enak.
Oleh karena makanan yang kita makan tidak murni lagi sehingga timbul banyak penyakit yang sekarang lebih dikenal dengan penyakit degenerative, misalnya jantung, asam urat, kolesterol, kanker, diabetes dan lain sebagainya.
Untuk itu perlu bagi para ibu-ibu dan warung-warung untuk menjaga agar makanan yang dimasak tetap murni dalam artian tidak dicampuri bahan bahan yang dapat merusak kesehatan tubuh. Untuk tetap mendapatkan rasa yang nikmat bisa memanfaatkan bahan bahan herbal yang ada.
Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 29 Agustus 2014)

Senin, 25 Agustus 2014

Tidak Mudah Menjadi Guru/Dosen



Ketika seorang Guru menjelaskan tentang kedisiplinan di depan kelas, beberapa siswa bisik-bisik dengan sesama temannya…. tentang apa yang disampaikan oleh gurunya. Para siswa seolah-olah tidak memberi perhatian kepada gurunya… karena siswa itu seringkali melihat si guru terlambat datang ke sekolah.
Ketika seorang Dosen menjelaskan tentang makna keteladanan kepada mahasiswanya, beberapa mahasiswa tersenyum sinis terhadap apa yang disampaikan oleh dosennya… karena mahasiswa itu pernah melihat dosennya melakukan sesuatu yang tidak layak untuk diteladani.
Ketika seseorang memberikan ceramah tentang manfaat dan keutamaan sholat subuh tepat waktu dan berjama’ah, beberapa dari jama’ah saling senggol jama’ah disebelahnya… karena beberapa jama’ah yang kebetulan menjadi tetangga dari sipenceramah, seringkali melihat penceramah itu sholat subuhnya seringkali kesiangan.
Ketika seorang atasan di institusi menjelaskan tentang kejujuran dan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan korupsi…. Para bawahan rasan-rasan dan terkesan mencibir terhadap apa yang disampaikan oleh atasan tersebut… karena para bawahan sering mendapati atasannya berbuat tidak jujur.
Ketika seorang dosen pertanian menjelaskan kepada mahasiswanya tentang teori-teori pertanian untuk memperoleh hasil yang optimal… beberapa mahasiswa merasa ragu terhadap apa yang disampaikan dosen tersebut… karena mahasiswa itu tidak pernah melihat dosennya itu turun langsung ke sawah dan tidak pernah mempraktekkannya.
Ketika seorang pemimpin memberikan pengarahan kepada semua bawahannya tentang arti dari sebuah kesetiaan… para bawahan terlihat tersenyum kecut, karena para bawahan mengetahui bahwa apa yang disampaikan oleh pemimpin itu tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya.
Jadi apa yang disampaikan… jika tidak sesuai dengan apa yang dilakukan… justru akan menjadikan gunjingan orang lain.
Pak Kyai sering mengulang ngulang ayat Al-Qur’an Surat Ash-Shaf: 2-3 dan Al-Baqaroh 44
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Dalam Sebuah Hadits… "Seseorang didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan kedalam api neraka, sehingga terurailah ususnya, ia berputar seperti keledai berputar dengan alat penggilingnya,lalu penduduk Neraka berkumpul menghampirinya mereka mengatakan, "Wahai fulan apa yang terjadi denganmu? Bukankah engkau dahulu mengajak kami berbuat kebajikan dan melarang kami berbuat kemung-karan? Betul, dahulu saya mengajak kalian berbuat kebaikan tetapi saya sendiri tidak melaksanakannya, saya melarang kalian berbuat kemungkaran tetapi saya sendiri melakukannya." (HR. Al-Bukhari).
Seorang guru, seorang dosen, seorang penceramah, seorang atasan, seorang pejabat…. Seringkali mengajarkan sesuatu… memberikan arahan…. banyak ngomong… banyak yang diucapkan… ; sehingga seringkali apa yang diucapkan tidak sesuai dengan perilakunya.
Seorang guru/dosen adalah orang yang harus selalu berupaya untuk konsisten dengan apa yang diucapkan/diajarkan…; siswa/santri/mahasiswa/anakdidik akan kebingungan dan akan dipenuhi tanda tanya dalam pikirannya jika guru/dosennya seringkali tidak konsisten antara apa yang disampaikan dengan perbuatannya.
Maka pembelajaran tidak akan pernah efektif jika apa yang disampaikan oleh guru/dosen adalah sesuatu yang belum dilaksanakan.
Maka kepemimpinan juga tidak akan pernah efektif jika apa yang disampaikan oleh seorang pemimpin kepada anak buahnya adalah sesuatu yang dilanggar sendiri oleh pemimpinnya.
Maka memang tidak mudah menjadi seorang guru/seorang dosen atau seorang pemimpin
Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 25 Agustus 2014)

Jumat, 15 Agustus 2014

Mufarraqah

Beberapa orang dari pengurus sebuah organisasi menyatakan keinginannya untuk mundur dari kepengurusan organisasi itu. Ketika ditanya apa alasannya untuk mundur? Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa “saya harus mufarraqah ketika pimpinan organisasi telah batal dalam kepemimpinannya”.

Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa sebagai makmum telah menyadari bahwa Imam sholat yang dipilihnya tidak mempunyai kompetensi menjadi Imam sholat. Bacaan imam sholat tidak fasih dan banyak yang salah, gerakan sholatnya juga tidak tepat dan imam sholat kepentut pada saat mimpin sholat.

Mungkin karena tidak mengerti aturan menjadi imam sholat atau karena malu.. atau karena gengsi.. Imam sholat tetap memimpin sholat… padahal seharusnya imam sholat memberi tanda dan mundur dari tempat imam untuk kemudian digantikan oleh yang lain ketika imam telah batal menjadi imam (kepentut atau sengaja ngentut).

Sementara itu mayoritas makmum telah mengetahui bahwa imam sholat telah batal. Sehingga makmum tolah toleh, makmum menjadi setengah hati, tidak khusuk, tidak bersemangat untuk terus menyelesaikan sholatnya. (Kalau dalam sholat maka sebaiknya makmum mufarraqah… niat keluar/tidak ikut imam dan meneruskan sholatnya sendiri).

Inilah sebenarnya yang akan terjadi apabila imam sholat tidak memahami tentang tatacara menjadi imam sholat… maka barisan makmum dapat menjadi kacau dan pelaksanaan sholat menjadi tidak karuan dan mungkin batal semuanya (Jika imam dan makmum sama sama belum paham tata caranya).

Begitu juga berkaitan dengan kepemimpinan di organisasi. Ketika pimpinan telah batal dalam memimpin organisasinya, yang menyebabkan anggota organisasi tidak punya kebanggaan lagi pada organisasinya dan para anggota organisasi merasa malu mempunyai pimpinan seperti itu…, maka langkah yang paling baik adalah pimpinan itu segera mundur dari jabatannya. Jika pimpinan tersebut masih saja tetap tidak bersedia mundur…, maka semua anggota organisasi itu secara bersama-sama memintanya untuk mundur.

Tidak perlu ada anggota organisasi yang melindungi atau membuat pembenaran-pembenaran terhadap pimpinan yang sudah batal tersebut…, karena jika ini terjadi maka organisasi akan semakin runyam dan organisasi itu akan semakin terpuruk.

Tidak perlu juga para anggota organisasi itu turun ke jalan (Demo) menuntut pimpinan organisasi itu mundur…. Karena jika ini terjadi maka organisasi itu akan semakin tidak mempunyai nama… apalagi jika kemudian berita itu terpublish di banyak media.

Sebenarnya sudah ada aturan main terkait dengan hal diatas… tetapi seringkali aturan main itu menjadi sesuatu yang mudah dipolitisir dan mudah direkayasa… apalagi aturan main itu yang mempunyai kendali adalah pimpinan tersebut.

Untuk itu yang paling baik adalah segera pimpinan itu sadar dan segera mundur dari kepemimpinannya. Para senior dari organisasi itu dan para orang-orang dekatnya harus berperan memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar agar pemimpinnya mau dengan legowo untuk mundur demi perjalanan organisasi itu yang masih panjang dalam menggapai cita-cita mulianya.

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 13 Agustus 2014)

Rabu, 16 Juli 2014

Puasa dan Kesadaran akan Dia


Kita sudah paham bahwa tujuan puasa adalah mendapatkan derajad taqwa. Taqwa yang bagaimana? Banyak definisi taqwa yang sudah kita pahami bersama…. Tapi disini saya ingin memaknai taqwa dengan makna keselarasan pikiran dan sikap batiniah dengan perbuatan lahiriah. Jadi tidak ada pertentangan antara apa yang dipikirkan dengan apa yang dikerjakannya, atau antara diri kita sendiri dengan apa yang ada dalam pikiran kita. Kepribadian seseorang membutuhkan keharmonisan, keseimbangan dan keutuhan, tanpa kecenderungan dan gejolak yang mendorong menuju pada arah yang saling bertentangan (Harmonitas pribadi).

Jadi dengan berpuasa akan dihasilkan harmonitas pribadi sehingga pribadi tersebut mempunyai kemampuan mengendalikan diri, kemampuan berbagi rizki, kemampuan mengelola lingkungan, dan selalu optimis karena berorientasi / berpusat kepada DIA.

Untuk upaya menuju harmonitas pribadi maka perlu secara terus menerus mengupayakan kesadaran akan keberadaan DIA.

Di Hari ke-17 puasa ini…, mari kita meresapi beberapa ayat dalam Al-Qur’an untuk menambah kesadaran akan keberadaan DIA…

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu (Qs.2:29).

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs.3:6)

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. (Qs.3:7)

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (Qs.6:2)

Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. (Qs.6:3)

Dan dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. dan dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs.6:18)

Dan dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang Telah ditentukan, Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (Qs.6:60)

Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs.6:73)

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan dialah yang Maha halus lagi Maha Mengetahui.
Sesungguhnya Telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; Maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), Maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (Tidak melihat kebenaran itu), Maka kemudharatannya kembali kepadanya. dan Aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (Qs.6:103-104)

Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs.6:165)

Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu Telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu, Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah kami membangkitkan orang-orang yang Telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (Qs.7:157)

Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (Qs.9:33)

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Qs.13:3)

Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Dan dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),
Dan dia (menundukkan pula) apa yang dia ciptakan untuk kamu di bumi Ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
Dan dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan bintang-bintang Itulah mereka mendapat petunjuk.
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs.16:10-18)

dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Dan dialah Allah yang Telah menghidupkan kamu, Kemudian mematikan kamu, Kemudian menghidupkan kamu (lagi), Sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat. (Qs.22:65-66)

Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur.
Dan dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi Ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpunkan.
Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Qs.23:78-80)

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (Qs.25:47-48)

Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang Ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
Dan dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. (Qs.25:53-54)

Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Qs.25:62)

Dan dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Qs.28:70)

Dan dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, Kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs.30:27)

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (Qs.40:13)

Dan dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,
Dan dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. (Qs.42:25-26)

Dan dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji. (Qs.42:28)

Dan dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs.43:84)

Dia-lah yang Telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang Telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Qs.48:4)

Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian dia bersemayam di atas ´arsydia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. dan dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Qs.57:3-4)

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. (Qs.57:9)

Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs.59:22-24)

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs.62:2-3)

Dia-lah yang menciptakan kamu Maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Qs.64:2)

Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, (Qs.85:14)

Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Qs.112:1-4)

Ketika arah tujuan hanya ke DIA
Ketika cita-cita hanya ke DIA
Ketika kemauan keras hanya ke DIA
Ketika ingatan hanya ke DIA
Ketika yang diucapkan hanya DIA
Ketika pikiran dipenuhi dengan DIA
Ketika hidup hanya untuk pengabdian pada DIA
Maka… akan diperoleh harmonitas pribadi untuk kemudian mendapatkan harmonisasi dalam kehidupan.

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, 15 juli 2014)..

Jumat, 27 Juni 2014

S2 atau ngangon wedus?



          Setelah lulus sebagai sarjana si Wawan melanjutkan ke jenjang berikutnya (jenjang S2) dengan biaya yang tidak sedikit. SPP setiap semester 6 juta rupiah, belum lagi biaya kost setiap bulan, biaya hidup dan biaya lainnya. Kira-kira sampai lulus (4 semester jika lancar) menghabiskan biaya kurang lebih 44 juta (spp 24 juta + biaya kost 5 juta + biaya hidup 15 juta).


          Setelah mulai dengan perkuliahan di S2 si Wawan merasa biasa saja seperti kuliah pada saat di S1, kadangkala dosennya hanya memberi tugas … dosennya menyuruh untuk membuat kelompok… dosennya menyuruh membuat makalah…. kemudian mahasiswa diminta untuk presentasi. Atau dosennya hanya mengajarkan apa yang ada di slide power point sementara mahasiswa ngantuk-ngantuk mendengarkan. Sampai dengan waktunya lulus… si Wawan hanya merasakan kalau umurnya semakin bertambah dan mendapatkan sehelai ijazah tanda bahwa dia berhak menyandang gelar Master.

           Karena menyandang gelar Master si Wawan ingin menjadi seorang dosen… dia mendatangi beberapa perguruan tinggi… ternyata tidak ada perguruan tinggi yang membuka lowongan. Dia hanya ditawari untuk mengajar 2-4 SKS dengan honor 500 ribu per bulan di perguruan tinggi negeri.

          Mungkin karena si Wawan bergelar S2… dia menjadi pilih-pilih pekerjaan… dia tidak mau pulang kekampungnya… karena merasa gengsi… mosok sudah Master terus balik kekampung…; oleh karena itu si Wawan terus saja mengandalkan ijazah S2 nya dengan mengajar di perguruan tinggi walaupun dengan gaji honorer.

          Karena si wawan dulu waktu kuliah sering mendapatkan tugas membuat makalah dari dosennya… maka gaya mengajar si Wawan juga persis dengan dosennya dulu… memberi tugas, menyuruh membuat makalah… menyuruh presentasi.

          Sementara itu si Amin setelah lulus sarjana… dia lebih memilih untuk ngangon wedus, dia terinspirasi dari salah seorang dosennya yang selalu memberi wawasan tentang realitas kehidupan, tentang realitas kebutuhan masyarakat, realitas pendidikan… pernah suatu ketika sang dosen dalam kuliah menyampaikan sebuah hadits tentang profesi menggembala

               Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : "Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing". Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)

             Si Amin juga terngiang-ngiang dengan kata-kata yang pernah disampaikan oleh sang dosen bahwa profesi kita seharusnya berkontribusi nyata bagi kehidupan… dalam konteks menggembala seperti diatas kontribusinya adalah memenuhi kebutuhan daging nasional dimana bangsa Indonesia masih sangat jauh jumlah konsumsi dagingnya dibandingkan dengan negara lain.

              Karena itulah si Amin memutuskan untuk ngangon kambing. Jika si Wawan menghabiskan biaya 44 juta untuk mendapatkan gelar Master dan setelah lulus masih bingung kesana kemari dan diliputi kegalauan… si Amin hanya mengeluarkan biaya 30 juta untuk membeli 20 ekor kambing betina dan 3 ekor kambing jantan.

             Si Amin menggunakan konsep menggembala dalam mengembangkan kambing-kambingnya. Hanya dalam waktu satu tahun si Amin sudah mendapatkan 40 ekor anak kambing… sehingga total kambing yang dimilikinya menjadi 63 ekor. Hanya dalam waktu satu tahun si Amin sudah bisa menjual anakan kambing setiap bulannya 2-3 ekor dengan penghasilan kurang lebih 3-5 juta perbulan. Setelah dua tahun kambingnya semakin berkembang dan ditahun kedua penghasilan si Amin sudah kurang lebih 5-7 juta.

      Si Amin karena seorang sarjana dalam waktu senggangnya dia terus mencari informasi dan pengetahuan dari internet (kalau si Wawan ngenet untuk membuat makalah memenuhi tugas dosennya, tapi si Amin ngenet untuk kebutuhannya sendiri untuk memperbanyak wawasan) untuk menambah wawasan (wawasan apa saja khususnya terkait dengan pemenuhan kebutuhan daging nasional).

              Jadi setelah dua tahun berlalu…. Ketika si wawan memutuskan meneruskan kejenjang S2 dia masih menjadi tenaga honorer yang dibayar per sks mengajar mahasiswa dengan gaya seperti dosennya dulu. Sementara si Amin telah bisa mandiri dan mempunyai kontribusi lebih nyata… dan si Amin sekarang telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat sekitarnya untuk juga ikut berkontribusi pemenuhan kebutuhan daging, kebutuhan untuk Aqiqah, kebutuhan untuk kurban dll.

           Sebenarnya cerita si Wawan dan si Amin adalah bentuk kritik terhadap sistem pendidikan secara umum di negeri ini. Hampir semua perguruan tinggi menawarkan program S2 baik PT negeri maupun Swasta, baik dikota besar maupun di daerah dengan berbagaimacam jurusan (hukum, pendidikan, manajemen, eksakta dan lain-lain) sehingga banyak dari para lulusan sarjana untuk langsung mengambil kuliah di S2 tanpa ada pengaturan dari pemerintah sedemikian rupa terkait dengan pengelolaan lulusannya. Sehingga yang terjadi adalah inflasi gelar… inflasi ijazah yang ujung-ujungnya adalah menghabiskan biaya dan waktu… Mubadzir… sehingga yang menjadi korban adalah masyarakatnya.

       Mungkin kita merasakan bahwa mungkin sistem pendidikan kita salah arah karena tidak menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu berfikir dan kreatif… sistem pendidikan terasa bermental proyek artinya lebih mengedepankan keuntungan dibanding dimensi kependidikan yang harusnya menjadi hal utama. Pendidikan jadi sebuah proyek, dimana dimensi proyeknya lebih besar dibanding dimensi pendidikannya.

            Lebih jauh lagi… kita juga merasakan pendidikan kita hanya mampu mencetak distributor, operator dan konsumen ilmu dan teknologi bangsa lain. Sehingga para lulusan seringkali galau dan paling banter sekedar menjadi tenaga kerja yang harus melayani kepentingan bangsa lain yaitu menjadi distributor, operator, dan konsumen hasil teknologi bangsa dari negara lain yang dianggap maju. Dengan kata lain para lulusan kita sekedar sebagai intrumen ekonomi bagi kepentingan pemasaran hasil teknologi bangsa lain.

        Jadi memang perlu ada perubahan secara besar-besaran/perubahan radikal terkait dengan sistem pendidikan… dan pemerintah harus betul-betul fokus terhadap pengelolaan pendidikan sehingga bangsa ini menjadi mandiri dan bermartabat.

           Untuk apa S1, kemudian S2, kemudian S3 kalau hanya menjadi instrumen ekonomi bagi kepentingan negara lain… mending ngangon jika kemudian ngangon membuat lebih mandiri dan lebih bermartabat.

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 23 Juni 2014)

Rabu, 11 Juni 2014

Mana Yang Lebih Maju… Mana Yang Lebih Canggih?



          Seorang Petani (sebut saja pak nono) yang sudah berusia senja dengan penuh semangat dan riang membajak sawahnya dengan menggunakan cara tradisional (membajak sawahnya dengan menggunakan sapi). Sesekali pak nono ini berhenti sejenak untuk mengarit rumput diujung sawah untuk diberikan kepada sapinya. Sambil mengunyah sapi ini terus berputar-putar di sawah sesuai dengan kendali pak nono… sesekali sapinya mengeluarkan kotoran yang kemudian ikut tercampur tanah sawah itu.
          Sementara di ujung yang tidak begitu jauh… terdengar suara traktor… seorang petani (sebut saja pak maman) juga lagi membajak sawahnya dengan menggunakan traktor. Suaranya selalu terdengar meskipun agak jauh, asap dari knalpot traktor juga melayang-layang terhembus angin dan bercampur dengan udara disekitar sawah. Jika kehabisan bahan bakar… pak maman itu akan pergi mencari toko terdekat yang berjualan bensin/solar.
          Ketika pak nono ditanya kenapa membajak sawahnya kok masih pake’ cara tradisional? Kan sudah ada traktor yang lebih modern dan lebih canggih?
          Pak nono bilang… kata siapa menggunakan sapi itu tradisional? Justru itu yang lebih canggih…, justru itu yang modern…, justru itu yang ramah lingkungan…, justru itu yang lebih Islami…
          Pak nono terus berkomentar… saya akan tetap menggunakan sapi.., bahan bakarnya banyak didapat dari sekitar sawah (rumput dan berbagai sisa hasil pertanian)…, kotoran dan kencingnya secara alami akan menjadi pupuk yang bermanfaat untuk mempertahankan kesuburan tanah. Harga sapi seiring waktu akan tambah mahal apalagi jika kemudian beranak. Sapi sapi bisa terus beregenerasi, tidak perlu membeli suku cadang….Dan yang paling penting adalah tidak mencemari lingkungan.
          Menggunakan traktor… jelas mengeluarkan asap yang mencemari udara.., bahan bakarnya harus beli.., jika ada oli mesin yang tercecer akan merusak tanah…, dan traktor itu merupakan bentuk bentuk kapitalisme.
Menurut pak nono…. Mana sebenarnya yang lebih canggih?
          Pak nono bilang bahwa… hidup sekarang ini seringkali kita termakan oleh teknologi, seringkali kita menjadi korban teknologi… seharusnya semakin orang berpengetahuan… semakin orang berilmu… membuat orang semakin sadar untuk hidup selaras dengan alam dan selaras dengan kehendak Pencipta. Tapi sekarang ini… pengetahuan justru banyak digunakan untuk kemudian melawan alam, merekayasa alam.
          Teknologi sebenarnya bukan sesuatu yang netral dan bukan sesuatu yang bebas nilai. Teknologi mudah untuk dimanipulasi dan disalahgunakan. Teknologi yang sekarang yang terkait dengan produksi pasti seringkali mendestruksi yang lain. Dan kehidupan manusia semakin lama semakin dibawah pengaruh atau dibawah kekuasaan oleh pihak penguasa.
          Sebenarnya kemajuan ilmu/teknologi, kecanggihan, kemodern, dikembangkan dan diciptakan pada jaman sekarang ini untuk apa? Apakah Kemajuan atau kecanggihan ini membuat hidup manusia dan hidup makhluk lainnya menjadi lebih baik? Benarkah sekarang kehidupan manusia dan kehidupan makhluk lainnya menjadi lebih baik?
          Untuk apa berdiri gedung-gedung mewah bertingkat-tingkat, jika kemudian orang-orang lemah disekitarnya menjadi tertindas dan ekologi disekitarnya menjadi rusak, banjir dimana-mana.
Untuk apa berdiri mall-mall dan plaza-plaza (indo mart, alfa mart), jika kemudian pasar tradisional banyak yang mati…toko-toko kecil milik masyarakat kecil harus tutup.
          Untuk apa berdiri pabrik-pabrik, jika kemudian menghasilkan limbah-limbah yang kemudian mencemari lingkungan.., membunuh hewan-hewan yang ada disungai dst.
          Untuk apa berdiri industri-industri, jika kemudian harus menggusur tanah-tanah pertanian… dan juga menghasilkan limbah-limbah yang merusak lingkungan.
          Untuk apa berdiri rumah-rumah mewah, jika harus menggusur tanah pertanian dan tanah-tanah yang berfungsi sebagai resapan.
          Untuk apa menjadi sekolah-sekolah maju, apabila hanya menciptakan manusia-manusia kompetitor yang hanya berpikir untuk menang dan dapat menguasai yang lain.
          Untuk apa menjadi kampus-kampus maju, apabila tidak mampu berbuat nyata untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitarnya.
          Jadi apa sebenarnya makna kemajuan/kecanggihan? apakah kemajuan bermakna seperti ini, bahwa kemajuan hanya menciptakan manusia menjadi seorang kompetitior yang dilatih untuk selalu berlogika kalah menang. Semakin lama semakin banyak orang mendapatkan didikan atau belajar untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sebagai individu yang ingin disebut sukses… bukan belajar bagaimana caranya menciptakan dan memperoleh hidup sejahtera bersama (bersama makhluk lainnya). Dampaknya…., banyak orang menganggap bahwa semua orang adalah pesaing, semua perusahaan adalah pesaing, semua institusi adalah pesaing, semua sekolah adalah pesaing antar sekolah, semua kampus adalah pesaing antar kampus. Apakah hidup ini harus berkompetisi?
Apakah kemajuan untuk kemajuan? ….,
          atau kemajuan untuk kedamaian, keharmonisan alam semesta dan untuk kesejahteraan bersama…
          Jika kemajuan/kecanggihan kemudian merusak lingkungan…, jika kemajuan membuat kehidupan makhluk lainnya (manusia lainnya, hewan, tanaman dan lainnya) menjadi tertindas…., berarti ada yang salah dari kemajuan/kecanggihan itu?



Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 11 juni 2014).

Candi Badut Warisan Tertua Jawa Timur

Candi Badut Warisan Tertua Jawa Timur   Oleh : Muhammad Faizal Biologi 12620074 085731144277 Muhammad.faizal.200@gma...