Senin, 21 April 2014
benarkah...
Belajar atau Bersekolah?..... Belajar atau Kuliah?....
Dua siswa ini (sebut saja Amin dan Iman) sama-sama menyenangi pelajaran biologi, karena pelajarannya menarik dan gurunya selalu menarik dan cantik. Sehingga dua siswa ini mempunyai keinginan melanjutkan keperguruan tinggi untuk mengambil jurusan Biologi.
Si Amin tidak jadi meneruskan kuliah, Karena orang tua si Amin tidak sanggup untuk membiayai nya kuliah diperguruan tinggi. Sedangkan si Iman tetap melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Biologi…, karena orang tua si Iman termasuk orang kaya.
Setelah menjadi mahasiswa, seperti biasanya seorang mahasiswa, si Iman sibuk dengan mengikuti kuliah yang disampaikan oleh dosennya di kelas, melakukan praktikum, membuat laporan dan lainnya. Si Iman mengikutinya setiap hari kegiatannya dikampus. Kalau ada kuliah si Iman selalu hadir (yang penting hadir dikelas), kalau ada praktikum si Iman juga selalu hadir, kalau ditugasi membuat laporan… si Iman juga selalu membuat laporan (tinggal cari laporan angkatan tahun yang lalu, terus ditulis ulang ditambahi sedikit). Setelah kuliah si Iman kembali ke kostnya, cangkru’an bersama teman-teman di kostnya. Setiap hari yang dilakukannya hanyalah kuliah-kost-cangkru’an dan seterusnya sampai dia diwisuda, kemudian mendapatkan ijazah sebagai sarjana Biologi. Setelah lulus…seperti biasanya para lulusan sarjana (sarjana apa saja) terjadi kegalauan… galau mencari kerja…
Sementara itu si Amin, meskipun tidak kuliah tetapi dia berkeinginan mempunyai ilmu tentang Biologi. Setiap Malam dia memanfaatkan uang upah dari mengarit rumput untuk kambing tetangganya digunakan untuk ngenet belajar tentang ilmu Biologi di dunia Maya . Dia ingin ilmunya sama dengan ilmu yang dimiliki oleh sarjana Biologi meskipun tidak kuliah di kampus. Dia kemudian mencari gambaran ilmu Biologi apa saja yang harus dikuasai agar setara dengan sarjanan Biologi. Karena uangnya terbatas, dia manfaatkan waktu untuk mendownload berbagai macam ilmu biologi dari beberapa situs jurusan Biologi.
Mungkin karena semangat belajarnya, hanya dalam waktu satu tahun si Amin sudah dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kegiatan kesehariannya beternak kambing milik tetangganya. Dan Si Amin mempunyai ternak sendiri dan terus mengembangkan peternakannya. Si AMin terus belajar… hanya dalam waktu kurang dari dua tahun si Amin sudah melalap habis ilmu tentang Biologi yang didapatkan dari dunia Maya.
Mungkin si Amin kalau ditest, ditanya, tentang konsep-konsep biologi sudah setara dengan sarjana biologi (yang betul-betul sarjana). Hanya saja si Amin tidak memperoleh ijazah tapi ilmunya setara dengan sarjanan biologi.
Sementara si Iman…, karena kurang belajar…, hanya yang penting datang kekelas…, betul dia mendapatkan ijazah, betul dia diwisuda sebagai sarjana biologi… tetapi ilmunya belum seperti sarjana yang seharusnya…
Jadi si Amin dapat ilmunya tapi tidak dapat ijazahnya…., sementara si Iman dapat ijazahnya tapi tidak dapat ilmunya.
Di dalam realitas, banyak orang yang sukses berkontribusi pada lingkungannya, meskipun tidak kuliah… tetapi karena belajar terus. Dan banyak juga orang yang meskipun sudah kuliah, tetapi bingung untuk berbuat sesuatu… karena kurang banyak belajar.
Jadi sebenarnya yang penting adalah belajar. Yang penting adalah menuntut/mencari ilmu. Bukan yang penting bersekolah…, bukan yang penting kuliah. Si Amin lebih sukses (lebih berkontribusi pada masyarakatnya) karena dia bersemangat untuk belajar dan mencari banyak wawasan meskipun tidak kuliah.
Cerita diatas, mengingatkan kepada kita khususnya pengelola pendidikan bahwa…, para alumni sebenarnya terjadi kegalauan akan masadepannya… terkait dengan sistem pendidikan yang semakin terjebak pada ukuran-ukuran formal (Ujian nasional, olimpiade, akreditasi, WCU). Pendidikan yang semakin jauh dari realitas, pendidikan yang semakin tidak memerdekakan, tidak mencerahkan… tetapi justru seringkali membuat alumni sangat tergantung pada ijazahnya.
Kepada para calon sarjana.., jangan terlalu mencukupkan apa yang didapat dari kuliah, cari banyak wawasan, cerdas melihat peluang dan segera membangun kemadirian. Jangan menggantungkan diri pada ijazah.
Minggu, 20 April 2014
Realitas Pendidikan
Realitas Pendidikan
Wallahu a’alam
(Agus Mulyono, Malang 21 April 2014)
Ketika berangkat ke kampus pagi tadi ada pemandangan menarik dari salah
satu sekolah Taman Kanan-Kanak yang lagi mempersiapkan karnaval dalam
rangka memperingati hari Kartini. Saya melihat beberapa anak-anak
menggunakan pakaian adat, kelihatan menggemaskan. Tetapi yang menjadi
perhatian saya adalah pakaian anak-anak yang menggambarkan
profesi-profesi… ada anak berpakaian ala dokter, ada yang berpakaian ala
tentara, ada yang berpakaian polisi, ada pilot, ada yang mirip guru,
ada yang menngunakan seragam pemkot…, anehnya saya tidak melihat
seorangpun yang menggunakan pakaian petani atau nelayan (umpama membawa
berbagai hasil panen, atau membawa ikan-ikan).
Nah, disinilah
mungkin berawal…., bahwa ketika Indonesia yang kaya akan potensi
pertanian, kaya akan potensi kelautan, kaya akan potensi hutan, kaya
akan potensi perikanan…, tetapi tidak mendapatkan perhatian……., sehingga
yang terjadi bahwa potensi itu tidak memberikan nilai lebih kepada
penduduk di negeri ini.
Memang dalam dunia pendidikan secara
umum di negeri ini, telah mengarahkan kepada siswa untuk menjadi
pegawai, karyawan dan sejenisnya. Di Kelas-kelas sepertinya kurang
memberikan pencerahan kepada siswa bahwa Indonesia mempunyai potensi
alam yang luar biasa yang perlu mendapatkan perhatian para generasi
penerus untuk dapat melestarikan dan mengembangkannya.
Sejak TK
sudah ditanamkan bahwa sepertinya profesi yang bagus adalah profesi
seperti disebutkan di atas (polisi, tentara, guru, pilot, pns)…., yang
lain dianggap sebagai pekerjaan yang tidak penting….; Sejak TK secara
tidak sadar… lembaga pendidikan kurang memberikan perhatian akan potensi
yang ada disekitar kita untuk bisa dikembangkan dalam rangka memberika
kemakmuran bersama.
Jadi memang tidak salah….ketika mayoritas
lulusan lembaga pendidikan berpikirnya adalah menjadi pegawai….., karena
memang pendidik belum bisa memberikan wawasan yang luas akan potensi
Indonesia…., belum banyak memberikan wawasan bagaimana peluang-peluang
mengembangkan potensi alam Indonesia khususnya di bidang pertanian,
kelautan, perhutanan, peternakan, perikanan.
Di sekolah
sepertinya kurang ada suasana yang dapat menimbulkan pikiran-pikiran
kreatif untuk berkarya, untuk usaha, untuk menciptakan pekerjaan, untuk
melihat dan mengembangkan potensi daerah. Gurunya, dosennya juga
mayoritas tidak mempunyai pengalaman-pengalaman itu. Sehingga dalam
pembelajarannya di kelas, sangat jarang memberikan rangsangan pada anak
didik untuk pikiran-pikiran berkaitan dengan pengembangan potensi
daerah. Sehingga tidak heran kalo’ kemudian para lulusan selalu
mengandalkan menjadi Pegawai, setiap hari mengirim amplop lamaran kerja,
pergi kesana kemari untuk mencari pekerjaan, dan diliputi kegalauan
setelah lulus.
Masyarakat kita lebih senang memadati kota-kota
besar dan berebut pekerjaan di berbagai industri…. Tidak banyak
masyarakat kita khususnya generasi mudanya yang berkeinginan untuk
mengoptimalkan lahan-lahan subur atau lahan-lahan yang ada disekeliling
kita.
Pendidikan terasa semakin jauh dengan realitas, apa yang
menjadi potensi negeri ini, apa yang seharusnya menjadi fokus perhatian,
apa yang seharusnya menjadi materi pelajaran, apa yang seharusnya
menjadi materi cerita untuk anak didik, apa yang seharusnya menjadi isi
dari bahan untuk memotivasi siswa, apa yang seharusnya dikembangkan dan
seterusnya.
Pendidikan untuk mencerahkan, pendidikan untuk
menyadarkan, pendidikan untuk memandirikan, pendidikan untuk
menghilangkan kegalauan, pendidikan untuk memakmurkan, pendidikan untuk
menyadarkan akan pengabdian kepada Yang Maha Pencipta, pendidikan untuk
menselaraskan kehidupan dengan kehendak Pencipta.
Pendidikan akan mengantarkan seseorang dari sisi gelap ke sisi terang.
(pendidikan bukan sekolahan lho..)
(pendidikan bukan sekolahan lho..)
Habis gelap terbitlah terang….,
terang terus menyinari, mencerahkan dan memakmurkan seluruh isi alam semesta.
terang terus menyinari, mencerahkan dan memakmurkan seluruh isi alam semesta.
Wallahu a’alam
(Agus Mulyono, Malang 21 April 2014)
Senin, 14 April 2014
sebuah kisa nyata...mungkin...
Kelucuan Pendidikan
Ada yang lucu dalam sistem pendidikan kita khususnya dalam pelaksanaan evaluasi yang bernama ujian nasional. Pemerintah tidak mempercayai sekolah, pemerintah tidak mempercayai guru-guru yang ada disekolah, pemerintah tidak mempercayai siswa-siswa disekolah. Mungkin karena memang sekolah-sekolah tidak bisa dipercaya, guru-guru tidak bisa dipercaya, siswa-siswa juga tidak bisa dipercaya. Atau mungkin sistem ujiannya yang salah… sehingga dapat menimbulkan kesalingtidak percayaan dari para penyelenggara pendidikan itu sendiri.
Seorang tukang sayur yang berpikiran sederhana bilang bahwa… “kenapa dilembaga pendidikan semua orang-orangnya tidak bisa dipercaya? Jangankan siswanya, gurunya juga tidak dipercaya… buktinya kalau ada ujian nasional harus ada polisinya, harus ada pengawas dosennya”.
“Terus apa yang diajarkan di sekolah…, jika kemudian siswanya seringkali berbuat curang…, atau gurunya juga ngajarin untuk curang atau kepala sekolahnya juga ngajarin untuk curang…, sehingga pemerintah tidak mempercayai sekolah….., sehingga dalam pelaksanaan ujian menjadi lucu…. Harus ada polisinya… harus ada pengawas dosennya”.
Apa yang dikatakan tukang sayur itu, dengan logika sederhananya menarik untuk dikaji lebih lanjut. Memang terkesan lucu ketika pelaksanaan ujian nasional di lembaga pendidikan (tempat dimana pendidikan itu dilaksanakan) seringkali diduga dan ditemukan banyak kecurangan. Ini menunjukkan bahwa ada hal yang salah dalam sistem itu sendiri.
Coba kita bayangkan bahwa…. Lembar jawaban setiap hari yang dikirim ketempat pemindaian, harus dikawal oleh dua orang polisi dan dari dikbud dan juga ada dari perguruan tingginya. Mirip dengan pemilu, bahwa kertas suara atau rekap hasil suara harus dikawal sedemikian rupa… agar tidak ada kecurangan dalam perjalanan yang disengaja oleh partai politik. Jadi sepertinya pelaksanaan ujian mirip dengan logika pelaksanaan pemilu…., jadi sepertinya pendidikan mirip dengan proses politik.
Dalam pelaksanaan ujian nasional selain melibatkan polisi, melibatkan para pengawas dari perguruan tinggi. Untuk Jawa Timur saja melibatkan kurang lebih 4100 dosen-dosen dari perguruan tinggi untuk mengawasi pelaksanaan ujian disekolah sekolah di Jawa Timur. Jika perdosen dalam kepengawasan mendapatkan honor kira-kira 1 juta maka untuk biaya pengawas disatuan pendidikan saja butuh dana sebanyak 4,1 milyar, belum untuk kepanitiaan yang lainnya, belum untuk nyangoni polisinya dalam biaya-biaya lainnya. Itu baru Jawa Timur…, bisa dibayangkan berapa anggaran untuk pelaksanaan ujian nasional untuk seluruh Indonesia.
Untuk tahun depan karena sudah implementasi kurikulum 2013…, kalau menurut logika kurikulum 2013 pastinya tidak akan ada model ujian nasional seperti sekarang ini…, tapi jika masih muncul model yang mirip-mirip dengan apa yang dilaksanakan sekarang.., berarti memang pelaksanaan ujian nasional bukan karena memperbaiki mutu pendidikan tetapi lebih pada pendekatan “proyek”.
Semakin lama pendidikan terasa semakin salah kapra. Yang penting ujiannya lulus, yang penting bisa masuk ke sekolah favorit, yang penting bisa masuk sekolah yang keren.
Kesalahkaprahan ini semakin terus terjadi. Sehingga semakin lama bukannya semakin mendidik untuk menjadi baik tetapi semakin mendidik untuk semakin pragmatis.
Akhirnya semua elemen masyarakat menjadi ikut-ikutan pragmatis. Buktinya adalah antara lain masyarakat menganggap bahwa dengan bersekolah dapat meningkatkan status sosial dan mempunyai pekerjaan yang berpenampilan keren (berdasi, bersepatu, membawa tas). masyarakat menganggap bahwa sekolah adalah tempat mencari harapan, sekolah menjadi tumpuan untuk mendapatkan finansial tinggi. Masyarakat menganggap dengan menempuh pendidikan setinggi-tinggi nya kemudian lulus mendapatkan ijasah, diharapkan dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak.
masyarakat menganggap bahwa dunia pendidikan (sekolah) seperti layaknya institusi penyalur pegawai negeri sipil (PNS). seolah-olah status/gelar akademik yang dicapai (D1,D2,D3,S1,S2, dan S3) hanya cocok untuk pekerjaan kantoran (PNS).
masyarakat juga menganggap bahwa sekolah adalah tempat berinvestasi untuk kemudian mendapatkan uang yang lebih besar.
Masyarakat juga menganggap bahwa sekolah adalah tentang kelulusan dengan nilai-nilai yang waah, meskipun kadang penuh dengan kepalsuan dan kecurangan.
Masyarakat menganggap bahwa sekolah adalah tempat untuk mencetak selembar kertas tanda lulus (ijazah) untuk kemudian digunakan dan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan.
Dan kita semakin lupa bahwa sebenarnya dalam lembaga pendidikan atau bersekolah itu, untuk dapat belajar mengolah rasa, memahami orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain, menjadi bagian dari orang lain, dan memahami sikap-sikap orang lain. Belajar untuk mempertajam kecerdasan, mengolah hati dan juga belajar mengendalikan emosi, juga belajar ketrampilan hidup.
Masyarakat menganggap bahwa bersekolah adalah tempat belajar bagaimana mencari penghidupan, padahal seharusnya lembaga pendidikan adalah bukan tempat untuk mencari penghidupan, tetapi tempat untuk belajar bagaimana nantinya para lulusan dapat berkontribusi membuat kehidupan semua makhluk menjadi lebih baik.
Walllahu a’lam.
(Agus Mulyono, Malang 14 April 2014)
Ada yang lucu dalam sistem pendidikan kita khususnya dalam pelaksanaan evaluasi yang bernama ujian nasional. Pemerintah tidak mempercayai sekolah, pemerintah tidak mempercayai guru-guru yang ada disekolah, pemerintah tidak mempercayai siswa-siswa disekolah. Mungkin karena memang sekolah-sekolah tidak bisa dipercaya, guru-guru tidak bisa dipercaya, siswa-siswa juga tidak bisa dipercaya. Atau mungkin sistem ujiannya yang salah… sehingga dapat menimbulkan kesalingtidak percayaan dari para penyelenggara pendidikan itu sendiri.
Seorang tukang sayur yang berpikiran sederhana bilang bahwa… “kenapa dilembaga pendidikan semua orang-orangnya tidak bisa dipercaya? Jangankan siswanya, gurunya juga tidak dipercaya… buktinya kalau ada ujian nasional harus ada polisinya, harus ada pengawas dosennya”.
“Terus apa yang diajarkan di sekolah…, jika kemudian siswanya seringkali berbuat curang…, atau gurunya juga ngajarin untuk curang atau kepala sekolahnya juga ngajarin untuk curang…, sehingga pemerintah tidak mempercayai sekolah….., sehingga dalam pelaksanaan ujian menjadi lucu…. Harus ada polisinya… harus ada pengawas dosennya”.
Apa yang dikatakan tukang sayur itu, dengan logika sederhananya menarik untuk dikaji lebih lanjut. Memang terkesan lucu ketika pelaksanaan ujian nasional di lembaga pendidikan (tempat dimana pendidikan itu dilaksanakan) seringkali diduga dan ditemukan banyak kecurangan. Ini menunjukkan bahwa ada hal yang salah dalam sistem itu sendiri.
Coba kita bayangkan bahwa…. Lembar jawaban setiap hari yang dikirim ketempat pemindaian, harus dikawal oleh dua orang polisi dan dari dikbud dan juga ada dari perguruan tingginya. Mirip dengan pemilu, bahwa kertas suara atau rekap hasil suara harus dikawal sedemikian rupa… agar tidak ada kecurangan dalam perjalanan yang disengaja oleh partai politik. Jadi sepertinya pelaksanaan ujian mirip dengan logika pelaksanaan pemilu…., jadi sepertinya pendidikan mirip dengan proses politik.
Dalam pelaksanaan ujian nasional selain melibatkan polisi, melibatkan para pengawas dari perguruan tinggi. Untuk Jawa Timur saja melibatkan kurang lebih 4100 dosen-dosen dari perguruan tinggi untuk mengawasi pelaksanaan ujian disekolah sekolah di Jawa Timur. Jika perdosen dalam kepengawasan mendapatkan honor kira-kira 1 juta maka untuk biaya pengawas disatuan pendidikan saja butuh dana sebanyak 4,1 milyar, belum untuk kepanitiaan yang lainnya, belum untuk nyangoni polisinya dalam biaya-biaya lainnya. Itu baru Jawa Timur…, bisa dibayangkan berapa anggaran untuk pelaksanaan ujian nasional untuk seluruh Indonesia.
Untuk tahun depan karena sudah implementasi kurikulum 2013…, kalau menurut logika kurikulum 2013 pastinya tidak akan ada model ujian nasional seperti sekarang ini…, tapi jika masih muncul model yang mirip-mirip dengan apa yang dilaksanakan sekarang.., berarti memang pelaksanaan ujian nasional bukan karena memperbaiki mutu pendidikan tetapi lebih pada pendekatan “proyek”.
Semakin lama pendidikan terasa semakin salah kapra. Yang penting ujiannya lulus, yang penting bisa masuk ke sekolah favorit, yang penting bisa masuk sekolah yang keren.
Kesalahkaprahan ini semakin terus terjadi. Sehingga semakin lama bukannya semakin mendidik untuk menjadi baik tetapi semakin mendidik untuk semakin pragmatis.
Akhirnya semua elemen masyarakat menjadi ikut-ikutan pragmatis. Buktinya adalah antara lain masyarakat menganggap bahwa dengan bersekolah dapat meningkatkan status sosial dan mempunyai pekerjaan yang berpenampilan keren (berdasi, bersepatu, membawa tas). masyarakat menganggap bahwa sekolah adalah tempat mencari harapan, sekolah menjadi tumpuan untuk mendapatkan finansial tinggi. Masyarakat menganggap dengan menempuh pendidikan setinggi-tinggi nya kemudian lulus mendapatkan ijasah, diharapkan dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak.
masyarakat menganggap bahwa dunia pendidikan (sekolah) seperti layaknya institusi penyalur pegawai negeri sipil (PNS). seolah-olah status/gelar akademik yang dicapai (D1,D2,D3,S1,S2, dan S3) hanya cocok untuk pekerjaan kantoran (PNS).
masyarakat juga menganggap bahwa sekolah adalah tempat berinvestasi untuk kemudian mendapatkan uang yang lebih besar.
Masyarakat juga menganggap bahwa sekolah adalah tentang kelulusan dengan nilai-nilai yang waah, meskipun kadang penuh dengan kepalsuan dan kecurangan.
Masyarakat menganggap bahwa sekolah adalah tempat untuk mencetak selembar kertas tanda lulus (ijazah) untuk kemudian digunakan dan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan.
Dan kita semakin lupa bahwa sebenarnya dalam lembaga pendidikan atau bersekolah itu, untuk dapat belajar mengolah rasa, memahami orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain, menjadi bagian dari orang lain, dan memahami sikap-sikap orang lain. Belajar untuk mempertajam kecerdasan, mengolah hati dan juga belajar mengendalikan emosi, juga belajar ketrampilan hidup.
Masyarakat menganggap bahwa bersekolah adalah tempat belajar bagaimana mencari penghidupan, padahal seharusnya lembaga pendidikan adalah bukan tempat untuk mencari penghidupan, tetapi tempat untuk belajar bagaimana nantinya para lulusan dapat berkontribusi membuat kehidupan semua makhluk menjadi lebih baik.
Walllahu a’lam.
(Agus Mulyono, Malang 14 April 2014)
Minggu, 02 Maret 2014
Karakter
Karakter
Suatu ketika pak kyai bilang sama santrinya bahwa kalau mencermati masyarakat bangsa kita akhir-akhir ini, maka akan didapatkan beberapa karakter dari masyarakat kita, antara lain:
- Hipokrit, senang berpura-pura, lain dimuka lain dibelakang, antara mulut dan hati seringkali berbeda, dan suka menyembunyikan apa yang dikehendaki.
- Feodal, senang banget memperhamba pihak yang lemah, senang mendapat pujian, takut dan tidak suka dikritik.
- Kurang bertanggungjawab. Senang mengkambinghitamkan orang lain apabila melakukan kesalahan atau menghadapi kegagalan.
- Suka meniru, lemah pendirian, kurang mau berfikir
- Kurang sabar dan cepat cemburu
- Kurang jujur
Kenapa timbul karakter seperti ini? Bisa jadi ini merupakan dampak model pendidikan yang digunakan. Ketika pendidikan kita hanya mementingkan formalitas, mementingkan persoalan angka-angka, mementingkan pada nilai-nilai ujian, mementingkan persoalan perangkingan, mementingkan urusan kompetisi-kompetisi atau lomba-lomba, mementingkan citra, lembaga pendidikan mengejar popularitas…., maka sebenarnya kita telah mendidik generasi berikutnya untuk hipokrit.
Ketika dalam lembaga pendidikan ada feodalisme oleh para pendidik, oleh atasan kepada bawahan…, biasanya pendidik memaksa agar siswanya menjadi terlalu manut, maka disinilah sebenarnya kita telah mendidik generasi untuk feodal.
Ketika dalam lembaga pendidikan ada praktek praktek ketidakjujuran, rekayasa laporan BOS, rekayasa dokumen akreditasi, rekayasa laporan keuangan, rekayasa dokumen kenaikan pangkat, rekayasa dokumen sertifikasi dan lain sebagainya…, maka sebenarnya kita telah mendidik generasi untuk tidak bertanggungjawab dan sebenarnya kita juga telah mendidik generasi untuk tidak jujur, dan juga mendidik untuk hipokrit.
Beberapa tahun terakhir banyak orang mulai menfokuskan pada pelaksanaan pendidikan karakter disekolah/madrasah. Tetapi apa artinya materi tentang pendidikan karakter… kalau pada kenyataannya lembaga pendidikan masih seperti yang diuraikan diatas.
Karakter tidak dapat dibangun dengan mudah dan santai, tetapi harus dilakukan secara serius dan terus menerus dan semua sistem mendukung untuk terinternalisasinya karakter positif pada diri generasi.
Sistem politik, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pelaporan keuangan, sistem kenaikan pangkat, sistem perekrutan pegawai, sistem birokrasi, sistem pertelevisian dan sistem-sistem lainnya harus dapat mendidik masyarakat untuk terbentuknya karakter positif tersebut.
Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 24 Februari 2014)
Suatu ketika pak kyai bilang sama santrinya bahwa kalau mencermati masyarakat bangsa kita akhir-akhir ini, maka akan didapatkan beberapa karakter dari masyarakat kita, antara lain:
- Hipokrit, senang berpura-pura, lain dimuka lain dibelakang, antara mulut dan hati seringkali berbeda, dan suka menyembunyikan apa yang dikehendaki.
- Feodal, senang banget memperhamba pihak yang lemah, senang mendapat pujian, takut dan tidak suka dikritik.
- Kurang bertanggungjawab. Senang mengkambinghitamkan orang lain apabila melakukan kesalahan atau menghadapi kegagalan.
- Suka meniru, lemah pendirian, kurang mau berfikir
- Kurang sabar dan cepat cemburu
- Kurang jujur
Kenapa timbul karakter seperti ini? Bisa jadi ini merupakan dampak model pendidikan yang digunakan. Ketika pendidikan kita hanya mementingkan formalitas, mementingkan persoalan angka-angka, mementingkan pada nilai-nilai ujian, mementingkan persoalan perangkingan, mementingkan urusan kompetisi-kompetisi atau lomba-lomba, mementingkan citra, lembaga pendidikan mengejar popularitas…., maka sebenarnya kita telah mendidik generasi berikutnya untuk hipokrit.
Ketika dalam lembaga pendidikan ada feodalisme oleh para pendidik, oleh atasan kepada bawahan…, biasanya pendidik memaksa agar siswanya menjadi terlalu manut, maka disinilah sebenarnya kita telah mendidik generasi untuk feodal.
Ketika dalam lembaga pendidikan ada praktek praktek ketidakjujuran, rekayasa laporan BOS, rekayasa dokumen akreditasi, rekayasa laporan keuangan, rekayasa dokumen kenaikan pangkat, rekayasa dokumen sertifikasi dan lain sebagainya…, maka sebenarnya kita telah mendidik generasi untuk tidak bertanggungjawab dan sebenarnya kita juga telah mendidik generasi untuk tidak jujur, dan juga mendidik untuk hipokrit.
Beberapa tahun terakhir banyak orang mulai menfokuskan pada pelaksanaan pendidikan karakter disekolah/madrasah. Tetapi apa artinya materi tentang pendidikan karakter… kalau pada kenyataannya lembaga pendidikan masih seperti yang diuraikan diatas.
Karakter tidak dapat dibangun dengan mudah dan santai, tetapi harus dilakukan secara serius dan terus menerus dan semua sistem mendukung untuk terinternalisasinya karakter positif pada diri generasi.
Sistem politik, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pelaporan keuangan, sistem kenaikan pangkat, sistem perekrutan pegawai, sistem birokrasi, sistem pertelevisian dan sistem-sistem lainnya harus dapat mendidik masyarakat untuk terbentuknya karakter positif tersebut.
Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 24 Februari 2014)
Minggu, 23 Februari 2014
merenung...fakta
Anggaran Negara Banyak Habis Untuk Keperluan Pejabat
Ketika akan ada kunjungan pejabat pada suatu daerah misalnya presiden atau menteri atau lainnya, maka pemerintah daerah terkesan gupuh untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan niatan agar daerahnya terkesan baik dan mendapatkan pujian. Jalan-jalan yang akan dilalui oleh pejabat itu mendadak diperbaiki, lampu-lampu di pasang, umbul-umbul dibuat, menyiapkan hotel untuk pejabat tersebut beserta para pengiringnya, kadang juga menyiapkan uang untuk nyangoni dan seterusnya, belum lagi kalau kemudian biaya perjalanannya minta ditanggung oleh daerah yang akan dikunjungi dan biaya untuk menginap dihotel juga tidak sedikit.
Ketika kemudian pejabat sudah selesai mengunjungi, maka pimpinan daerah menjadi kebingungan karena ternyata anggaran yang dihabiskan untuk acara kunjungan tersebut sangat besar. Karena tidak mungkin ditanggung oleh dana sendiri… maka dapat dipastikan biaya untuk kungjungan tersebut dibebankan pada negara. Dan jika tidak ada dalam DIPAnya maka dapat dipastikan para pejabat didaerah itu akan mensiasatinya dan akan membuat laporan abal-abal untuk menutupi biaya kunjungan tersebut.
Begitu juga ketika pejabat didaerah semisal bupati akan berkunjung ke kecamatan atau desa… maka daerah yang dikunjungi juga akan gupuh… untuk menyiapkan segala sesuatunya agar daerahnya terkesan baik dan agar kepemimpinannya dikesankan berhasil. Tetapi setelah kunjungan maka juga akan kebingungan untuk kemudian merekayasa anggaran agar dapat dipertanggungjawabkan segala pengeluarannya.
Dan apabila suatu daerah yang akan dikunjungi tidak mempersiapkan dengan baik… maka dapat dipastikan pejabat di daerah akan mendapatkan cercaan dan biasanya akan sulit mendapatkan anggaran tambahan untuk pengembangan daerahnya.
Sehingga tidak salah ketika banyak masyarakat menganggap bahwa jika dihitung-hitung ternyata uang negara banyak habis untuk kepentingan pejabat. Dan kontribusinya tidak begitu nyata dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Seorang pejabat pusat pernah mengatakan bahwa kalau dicermati memang di semua institusi pemerintah… pengelolaan uang negara terkesan boros dan kadangkala bersifat koruptif. Ada unsur kesengajaan menghambur-hamburkan uang negara untuk kepentingan memperkaya diri, untuk unjuk diri, untuk kebanggan diri dst.
Pemborosan ini lebih banyak dipicu oleh ambisi untuk keuntungan pribadi.
Beberapa modusnya antara lain, mengadakan program atau barang yang sejatinya tidak perlu atau memanfaatkan program atau fasilitas yang sudah ada dengan tidak sebagaiman semestinya. Ini mulai dari proses pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, hingga penggunaan fasilitas pemerintah. Banyak barang dan jasa yang diadakan sejatinya tak penting atau diperlukan untuk kepentingan pelayanan publik atau peningkatan kinerja birokrasi. Dan seringkali tidak sedikit diantara barang yang telah diadakan itu ternyata berkualitas buruk, bahkan tidak berfungsi akibat dari proses lelang yang tidak sebagaimana mestinya.
Untuk itu perlu selalu untuk diingat, bahwa uang negara itu didalamnya ada uang rakyat…, uang yang diperoleh dari rakyat ketika membayar pajak (Pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan dll) sehingga perlu selalu hati-hati untuk penggunaannya, sehingga tidak habis untuk para pejabat… tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian serta keberdayaan bangsa.
23_19 feb 2014
gus_mul mulai lagi...
Ketika akan ada kunjungan pejabat pada suatu daerah misalnya presiden atau menteri atau lainnya, maka pemerintah daerah terkesan gupuh untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan niatan agar daerahnya terkesan baik dan mendapatkan pujian. Jalan-jalan yang akan dilalui oleh pejabat itu mendadak diperbaiki, lampu-lampu di pasang, umbul-umbul dibuat, menyiapkan hotel untuk pejabat tersebut beserta para pengiringnya, kadang juga menyiapkan uang untuk nyangoni dan seterusnya, belum lagi kalau kemudian biaya perjalanannya minta ditanggung oleh daerah yang akan dikunjungi dan biaya untuk menginap dihotel juga tidak sedikit.
Ketika kemudian pejabat sudah selesai mengunjungi, maka pimpinan daerah menjadi kebingungan karena ternyata anggaran yang dihabiskan untuk acara kunjungan tersebut sangat besar. Karena tidak mungkin ditanggung oleh dana sendiri… maka dapat dipastikan biaya untuk kungjungan tersebut dibebankan pada negara. Dan jika tidak ada dalam DIPAnya maka dapat dipastikan para pejabat didaerah itu akan mensiasatinya dan akan membuat laporan abal-abal untuk menutupi biaya kunjungan tersebut.
Begitu juga ketika pejabat didaerah semisal bupati akan berkunjung ke kecamatan atau desa… maka daerah yang dikunjungi juga akan gupuh… untuk menyiapkan segala sesuatunya agar daerahnya terkesan baik dan agar kepemimpinannya dikesankan berhasil. Tetapi setelah kunjungan maka juga akan kebingungan untuk kemudian merekayasa anggaran agar dapat dipertanggungjawabkan segala pengeluarannya.
Dan apabila suatu daerah yang akan dikunjungi tidak mempersiapkan dengan baik… maka dapat dipastikan pejabat di daerah akan mendapatkan cercaan dan biasanya akan sulit mendapatkan anggaran tambahan untuk pengembangan daerahnya.
Sehingga tidak salah ketika banyak masyarakat menganggap bahwa jika dihitung-hitung ternyata uang negara banyak habis untuk kepentingan pejabat. Dan kontribusinya tidak begitu nyata dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Seorang pejabat pusat pernah mengatakan bahwa kalau dicermati memang di semua institusi pemerintah… pengelolaan uang negara terkesan boros dan kadangkala bersifat koruptif. Ada unsur kesengajaan menghambur-hamburkan uang negara untuk kepentingan memperkaya diri, untuk unjuk diri, untuk kebanggan diri dst.
Pemborosan ini lebih banyak dipicu oleh ambisi untuk keuntungan pribadi.
Beberapa modusnya antara lain, mengadakan program atau barang yang sejatinya tidak perlu atau memanfaatkan program atau fasilitas yang sudah ada dengan tidak sebagaiman semestinya. Ini mulai dari proses pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, hingga penggunaan fasilitas pemerintah. Banyak barang dan jasa yang diadakan sejatinya tak penting atau diperlukan untuk kepentingan pelayanan publik atau peningkatan kinerja birokrasi. Dan seringkali tidak sedikit diantara barang yang telah diadakan itu ternyata berkualitas buruk, bahkan tidak berfungsi akibat dari proses lelang yang tidak sebagaimana mestinya.
Untuk itu perlu selalu untuk diingat, bahwa uang negara itu didalamnya ada uang rakyat…, uang yang diperoleh dari rakyat ketika membayar pajak (Pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan dll) sehingga perlu selalu hati-hati untuk penggunaannya, sehingga tidak habis untuk para pejabat… tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian serta keberdayaan bangsa.
23_19 feb 2014
gus_mul mulai lagi...
Rabu, 08 Januari 2014
yang katanya seeeee....
MENIKAHI WANITA GADIS
1. Hadits nabi:
عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ. وَفِي رِوَايَةٍ : عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَطْيَبُ أَفْوَاهًا وَأَضْيَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ مِنْ الْجِمَاعِ.
2. Menikahi wanita gadis itu lebih utama dari pada wanita janda sebab:
a. Wanita gadis lebih mesra dalam mula’abah (bercumbu rayu).
b. Gadis lebih lembut tutur katanya dan lebih segar mulutnya.
c. Lebih subur rahimnya.
d. Lebih ridlo dengan nafkah yang sedikit atau dengan persetubuhan yang sedikit.
3. Perkecualian menikahi wanita janda lebih utama karena udzur:
a. Keloyoan alat kelamin laki-laki dari membelah kegadisan (iftidlodl atau izalatul bikaroh).
b. Kebutuhan laki-laki pada wanita yang merawat keluarganya.
4. Faedah menikahi wanita gadis:
a. Wanita gadis akan menyintai dan setia pada suami pertama, karena watak manusia itu cenderung merasa damai dengan orang yang pertama kali dicintai (cinta pertama). Wanita yang gonta-ganti suami itu terkadang tidak ridlo dengan sebagian sifat yang tidak terbiasa akhirnya membenci suami kedua.
b. Cinta suami lebih perfect pada istri yang gadis.
c. Wanita gadis tidak punya kecondongan hati kecuali pada suami pertama.
5. Wanita gadis adalah wanita yang belum hilang kegadisannya. Demikian pula wanita yang telah hilang kegadisannya sebab haidl.
6. Wanita janda adalah wanita yang telah hilang keperawanannya. Demikian pula wanita yang belum hilang keperawanannya karena sangat dalam selaput daranya (al-ghouro’) dan sudah pernah disetubuhi oleh suaminya. Wanita yang telah banyak merasakan banyak laki-laki yang berbeda-beda itu kadang-kadang kurang suka dengan kepribadian laki-laki yang tidak biasa ia rasakan.
(Referensi Al-Bujairami)
1. Hadits nabi:
عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ. وَفِي رِوَايَةٍ : عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَطْيَبُ أَفْوَاهًا وَأَضْيَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ مِنْ الْجِمَاعِ.
2. Menikahi wanita gadis itu lebih utama dari pada wanita janda sebab:
a. Wanita gadis lebih mesra dalam mula’abah (bercumbu rayu).
b. Gadis lebih lembut tutur katanya dan lebih segar mulutnya.
c. Lebih subur rahimnya.
d. Lebih ridlo dengan nafkah yang sedikit atau dengan persetubuhan yang sedikit.
3. Perkecualian menikahi wanita janda lebih utama karena udzur:
a. Keloyoan alat kelamin laki-laki dari membelah kegadisan (iftidlodl atau izalatul bikaroh).
b. Kebutuhan laki-laki pada wanita yang merawat keluarganya.
4. Faedah menikahi wanita gadis:
a. Wanita gadis akan menyintai dan setia pada suami pertama, karena watak manusia itu cenderung merasa damai dengan orang yang pertama kali dicintai (cinta pertama). Wanita yang gonta-ganti suami itu terkadang tidak ridlo dengan sebagian sifat yang tidak terbiasa akhirnya membenci suami kedua.
b. Cinta suami lebih perfect pada istri yang gadis.
c. Wanita gadis tidak punya kecondongan hati kecuali pada suami pertama.
5. Wanita gadis adalah wanita yang belum hilang kegadisannya. Demikian pula wanita yang telah hilang kegadisannya sebab haidl.
6. Wanita janda adalah wanita yang telah hilang keperawanannya. Demikian pula wanita yang belum hilang keperawanannya karena sangat dalam selaput daranya (al-ghouro’) dan sudah pernah disetubuhi oleh suaminya. Wanita yang telah banyak merasakan banyak laki-laki yang berbeda-beda itu kadang-kadang kurang suka dengan kepribadian laki-laki yang tidak biasa ia rasakan.
(Referensi Al-Bujairami)
Senin, 16 Desember 2013
kutipan gus mul 1
Untuk Apa Berorganisasi?
Kebetulan tetangga ada yang ikut komunitas /organisasi sepeda motor Trill, Sehingga kadang kadang pada hari minggu, ada acara kumpul-kumpul sesama komunitas sepeda motor Trill. Beberapa waktu lalu acara kumpul-kumpul komunitas Trill berada di rumah tetangga itu ( pas sebelah rumah). Sambil mengamati motor Trill saya juga mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Sambil guyon, mereka membicarakan tentang tips-tips perawatan motor Trill, mereka juga membicarakan tentang tantangan dalam melewati jalur yang berat, dan mereka juga diskusi mempersiapkan jalur baru untuk dilalui pada kegiatan ngetriil berikutnya, dan kadangkala mereka melakukan penghijauan pada jalur-jalur yang gersang yang pernah mereka lalui.
Suatu ketika saya pernah ikut kumpul-kumpul komunitas/organisasi pecinta burung. Pembicaraan tentunya tentang bagaimana merawat burung, dan bagaimana mengembangkan peternakan, dan bagaimana cara menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan di alam.
Sama halnya dengan komunitas/organisasi pecinta anggrek, juga membicarakan bagaimana mengembangkan keaneragaman anggrek di Indonesia, bagaimana meningkatkan kualitas penangkaran anggrek, dan juga membicarakan jadwal untuk melakukan pameran anggrek.
Juga yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan, mereka membicarakan bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan, bagaimana menyelesaikan persoalan sampah, bagaimana melakukan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan.
Jadi apa yang dilakukan oleh para komunitas di atas adsebagai sebuah gerakan, sebuah perjuangan, gerakan atau perjuangan untuk mengembangkan olahraga Trill, gerakan atau perjuangan mengembangkan peternakan burung ocehan, gerakan atau perjuangan untuk mengembangkan penangkaran angrrek, gerakan penyadaran lingkungan dll.
Berbeda dengan itu, ada sekelompok mahasiswa (saya tidak tahu mahasiswa dari PT mana) yang lagi makan malam di warung. Ketika mendengarkan obrolan mereka yang Sepertinya mereka adalah aktifis mahasiswa. Yang dibicarakannya lebih kearah politik, sepertinya politik kampus. Yang dibicarakan berhawa intrik-intrik politik. Yang dibicarakan berkaitan dengan posisi-posisi jabatan.
Tidak saja mahasiswa, seringkali beberapa dosen yang juga aktifis kampus yang tergabung dalam organisasi tertentu kadangkala sering yang dibicarakan adalah berkaitan dengan politik kampus, berkaitan dengan posisi-posisi jabatan.
Sebenarnya berorganisasi untuk apa? Memperjuangkan apa?
Ketika melihat dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para komunitas sepeda trill, para komunitas pecinta burung, para komunitas pecinta lingkungan, komunitas pecinta anggrek….ternyata mereka merperjuangkan sesuatu yang mulia, kelestarian lingkungan dan seterusnya.
Jadi Berorganisasi, harus ada yang diperjuangkan…memperjuangkan sesuatu untuk kehidupan yang lebih baik.
Untuk apa berorganisasi, jika tujuannya hanya sekedar mencari ketenaran.
Untuk apa berorganisasi, jika tujuannya hanya sekedar mencari kekuasaan.
Untuk apa berorganisasi, jika yang diperjuangkan tidak jelas.
Untuk apa berorganisasi, jika tidak ada yang diperjuangkan.
Untuk apa berorganisasi, jika yang diperjuangkan bukan sesuatu yang mulia.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya memperjuangkan kepentingan diri sendiri/kelompok.
Untuk apa berorganisasi, jika tidak dapat membangun kualitas diri.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya akan melahirkan fanatisme yang tidak jelas.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya dimanfaatkan oleh para elit organisasi itu.
Berorganisasi sangat penting, jika dan hanya jika ada sesuatu yang diperjuangkan…dan sesuatu yang diperjuangkan itu adalah sesuatu yang mulia.
Wallahu A’lam
(4 Desember 2013)
Kebetulan tetangga ada yang ikut komunitas /organisasi sepeda motor Trill, Sehingga kadang kadang pada hari minggu, ada acara kumpul-kumpul sesama komunitas sepeda motor Trill. Beberapa waktu lalu acara kumpul-kumpul komunitas Trill berada di rumah tetangga itu ( pas sebelah rumah). Sambil mengamati motor Trill saya juga mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Sambil guyon, mereka membicarakan tentang tips-tips perawatan motor Trill, mereka juga membicarakan tentang tantangan dalam melewati jalur yang berat, dan mereka juga diskusi mempersiapkan jalur baru untuk dilalui pada kegiatan ngetriil berikutnya, dan kadangkala mereka melakukan penghijauan pada jalur-jalur yang gersang yang pernah mereka lalui.
Suatu ketika saya pernah ikut kumpul-kumpul komunitas/organisasi pecinta burung. Pembicaraan tentunya tentang bagaimana merawat burung, dan bagaimana mengembangkan peternakan, dan bagaimana cara menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan di alam.
Sama halnya dengan komunitas/organisasi pecinta anggrek, juga membicarakan bagaimana mengembangkan keaneragaman anggrek di Indonesia, bagaimana meningkatkan kualitas penangkaran anggrek, dan juga membicarakan jadwal untuk melakukan pameran anggrek.
Juga yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan, mereka membicarakan bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan, bagaimana menyelesaikan persoalan sampah, bagaimana melakukan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan.
Jadi apa yang dilakukan oleh para komunitas di atas adsebagai sebuah gerakan, sebuah perjuangan, gerakan atau perjuangan untuk mengembangkan olahraga Trill, gerakan atau perjuangan mengembangkan peternakan burung ocehan, gerakan atau perjuangan untuk mengembangkan penangkaran angrrek, gerakan penyadaran lingkungan dll.
Berbeda dengan itu, ada sekelompok mahasiswa (saya tidak tahu mahasiswa dari PT mana) yang lagi makan malam di warung. Ketika mendengarkan obrolan mereka yang Sepertinya mereka adalah aktifis mahasiswa. Yang dibicarakannya lebih kearah politik, sepertinya politik kampus. Yang dibicarakan berhawa intrik-intrik politik. Yang dibicarakan berkaitan dengan posisi-posisi jabatan.
Tidak saja mahasiswa, seringkali beberapa dosen yang juga aktifis kampus yang tergabung dalam organisasi tertentu kadangkala sering yang dibicarakan adalah berkaitan dengan politik kampus, berkaitan dengan posisi-posisi jabatan.
Sebenarnya berorganisasi untuk apa? Memperjuangkan apa?
Ketika melihat dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para komunitas sepeda trill, para komunitas pecinta burung, para komunitas pecinta lingkungan, komunitas pecinta anggrek….ternyata mereka merperjuangkan sesuatu yang mulia, kelestarian lingkungan dan seterusnya.
Jadi Berorganisasi, harus ada yang diperjuangkan…memperjuangkan sesuatu untuk kehidupan yang lebih baik.
Untuk apa berorganisasi, jika tujuannya hanya sekedar mencari ketenaran.
Untuk apa berorganisasi, jika tujuannya hanya sekedar mencari kekuasaan.
Untuk apa berorganisasi, jika yang diperjuangkan tidak jelas.
Untuk apa berorganisasi, jika tidak ada yang diperjuangkan.
Untuk apa berorganisasi, jika yang diperjuangkan bukan sesuatu yang mulia.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya memperjuangkan kepentingan diri sendiri/kelompok.
Untuk apa berorganisasi, jika tidak dapat membangun kualitas diri.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya akan melahirkan fanatisme yang tidak jelas.
Untuk apa berorganisasi, jika hanya dimanfaatkan oleh para elit organisasi itu.
Berorganisasi sangat penting, jika dan hanya jika ada sesuatu yang diperjuangkan…dan sesuatu yang diperjuangkan itu adalah sesuatu yang mulia.
Wallahu A’lam
(4 Desember 2013)
Kamis, 12 Desember 2013
LAPORAN PRAKTIKUM T.INVETEBRATA mollusca dan arthropoda
LAPORAN
PRAKTIKUM TAKSONOMI INVETEBRATA
MOLLUSCA
DAN ARTHROPODA
DOSEN
PENGAMPU :Kiptiyah, M.Si
DISUSUN
OLEH :
Abishafa Yonny : 12620069
Umu Hanik F H : 12620070
Muhammad Faizal : 12620074
Kelas/ Kelompok : B / 2
Tanggal Praktikum : 12 November 2013
Asisten :
Exma Mu’tatal Hikmah
Mariatul Qibtiyah
![]() |
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Arthropoda
adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga,
laba-laba, udang, lipang dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain
hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan
lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit.Hampir dari
90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda
memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain
yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga
daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan
Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir
dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, ekskresi melintas keluar lewat
anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau
nefridia.
Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas.Tubuh
hewan ini tripoblastik, bilateral simetri, umumnya memiliki mantel yang dapat
menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat.Cangkok tersebut berfungsi
sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram,
siput sawah, dan bekicot.Namun ada pula Mullusca yang tidak memiliki cangkok,
seperti cumi-cumi, sotong, gurita atau siput telanjang.Mollusca memiliki
struktur berotot yang disebut kaki yang bentuk dan funsinya berbeda untuk
setiap kelasnya.
Oleh karena itu, perlu diadakan praktikum tentang
Arthropoda dan Mollusca untuk mengetahui tentang perbedeaan morfologi dan
anatomi setiap divisinya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan singkat latar belakang diatas, maka
rumusan masalah dalam praktikum
ini yaitu :
1. Bagaimana bentuk
morfologi dan anatomi dari udang dan cumi-cumi?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka
tujuan dalam praktikum
ini yaitu :
1. Untuk mengetahui
bentuk morfologi dan anatomi dari udang dan cumi-cumi
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Mollusca
Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu mollis yang
berarti lunak. Oleh karena ituciri utama hewan yang tergolong filum ini
tubuhnya lunak, pada bagian anterior terdapat kepala, kaki terletak di bagian
ventral, dan bagian dorsal berisi organ-organ viseral.Tubuhnya bersimetri
bilateral, tidak bersegman, kecuali pada monoplacophora.Memiliki kepala yang
jelas dengan organ reseptor kepala yang bersifat khusus.Pada permukaan ventral
dinding tubuh terdapat kaki berotot yang secara umum di gunakan untuk bergerak.Dinding
tubuh sebelah dorsal meluas menjadi satu atau sepasanglipatan yaitu mantel atau
pallium fungsi mantel adalah mensekresi cangkang dan melingkupi rongga mantel
yang di dalamnya berisi insang.Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka
kedalam rongga mantel (Kastawi, 2005).
Mollusca
(molluska) berasal dari kata mollis yang berarti lunak. Mollusca juga
berasal dari bahasa Latin :Molluscus yaitu lunak. Hewan yang termasuk
filum ini tubuhnya lunak.Molluska merupakan salah satu kelompok terbesar dan
terpenting dalam dunia hewan.Anggota Filum Molluska mencapai 100.000
spesies.Ilmu yang mempelajari Mollusca dinamakan Malakologi (Radioputro, 1996).
Mollusca merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan
binatang setelah filum arthropoda.Saat ini diperkirakan ada 75.000 jenis,
ditambah 35.000 jenis dalam bentuk fosil.Mollusca hidup di laut, air tawar,
payau, dan darat.Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi,
bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita(Radioputro, 1996).
2.2
Ciri ciri Mollusca
Adapun
ciri-ciri umum Mollusca, yaitu (Jasin, 1984) :
a.
Memiliki tubuh yang lunak.
b.
Tubuhnya tidak beruas-ruas.
c.
Tubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat.
d.
Kakinya pipih, lebar, dan berotot.
e.
Hidupnya di laut.
f.
Bentuk tubuh simetri bilateral, relatif bulat, dan pendek.
g.
Antara tubuh dan cangkang terdapat bungkus yang disebut mantel.
h.
Tubuhnya dapat mengeluarkan lendir untuk membantu berjalan.
i.
Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal.
j.
Mollusca ada yang bersifat diesis dan ada pula yang monoesis.
2.3 Klasifikasi Mollusca
Berdasarkan
simetri tubuh, bentuk kaki, cangkang, mantel, insang, dan sistem sarafnya,
Mollusca dibagi atas lima kelas, yaitu Polyplacophora, Scapopoda, Gastropoda,
Cephalopoda, dan Pelecypoda (Bivalvia) (Brotowijoyo, 1989).
1.
Polyplacophora
A. Ciri-cirinya yaitu, sebagai berikut(Brotowijoyo,
1989) :
a). Bentuk tubuhnya bulat telur,
pipih, dan simetris bilateral.
b). Mulut tidak berkembang dengan
baik dan terletak di bagian kepala (anterior).
c). Anus terletak di posterior.
d). Tidak memiliki tentakel dan
mata.
e). Kakinya pipih dan biasanya
memiliki lidah parut (radula)
f). Sistem organ dalam Tubuh
Polyplacophora, yaitu (Brotowijoyo, 1989) :
B. Sistem Organ
1.
Sistem Pencernaan
Organ pencernaan dimulai dari mulut
yang dilengkapi radula dan gigi – faring – perut – usus halus – anus.Kelenjar
pencernaannya adalah hati yang berhubungan dengan perut.
2.
Sistem Saraf
Sistem sarafnya berupa cincin
esofagus dan dua cabang saraf yang mensarafi mantel dan daerah kaki.Tidak
terdapat ganglion yang jelas, tetapi ada sel-sel ganglion pada cabang saraf.
3.
Sistem Peredaran darah
Sistem peredaran darah lakunair
(terbuka) terdiri dari jantung, aorta, dan sebuah sinus.Darah mendapat oksigen
dari insang.
4.
Sistem Ekskresi
Ekskresi dilakukan oleh sepasang
ginjal yang bermuara ke arah posterior.
5.
Sistem Reproduksi
Reproduksi secara seksual, yaitu
dengan pertemuan ovum dan sperma terdapat individu jantan dan betina.
Contoh yang terkenal dari kelas ini
adalah Chiton sp.
2. Gastropoda
A. Ciri-ciri dari anggota kelas ini,
yaitu (Radioputro, 1996):
a). Habitatnya di laut, air tawar, atau daratan yang lembap.
b). Bersifat herbivor.
c). Tubuhnya terbagi atas :
- kepala,
- leher,
- kaki, dan
- alat-alat dalam (viseral).
d). Pada
kepala terdapat sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang
tentakel panjang sebagai alat penglihat.
e). Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa.
f). Kakinya lebar pipih dan selalu basah.
g).Kaki
sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat
bergerak bergelombang.
h). Memiliki cangkang tunggal, ganda, atau tanpa cangkang.
i). Bentuk cangkang :
- bulat,
- bulat panjang,
- bulat kasar, atau
- bulat spiral.
j). Cangkang umumnya spiral asimetri.
k). Pada keadaan bahaya, cangkang ditutup oleh epifragma.
B. Sistem Organ
Adapun sistem
organ pada Gastropoda yaitu(Radioputro, 1996):
1.Sistem Respirasi
Hewan
yang hidup di air berespirasi dengan insang, sedangkan yang hidup di darat
berespirasi dengan rongga mantel yang berfungsi sebagai paru-paru.
2.Sistem Pencernaan Makanan
Alat pencernaan meliputi rongga
mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung kelenjar, dan
anus.Saluran pencernaan berbentuk huruf U. Makanan dipotong-potong oleh rahang
tanduk dan dikunyah oleh radula serta dibasahi dengan lendir dari kelenjar
tubuh.Kemudian makanan ditelan ke kerongkongan dan berturut-turut menuju
tembolok, lambung, dan dibuang lewat anus yang terdapat di kepala.
3.Sistem Peredaran darah
Sistem peredaran darahnya terbuka
dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi.Darah (plasma dan
butir darah) tak berwarna dan berfungsi mengedarkan oksigennya ke seluruh tubuh
serta mengangkut sisa pembakaran.Jantung terdiri atas serambi dan bilik yang
dilindungi rongga pericardium.
4.Sistem Ekskresi
Organ ekskresi berupa nefridium yang
terletak di dekat jantung dan saluran ureter yang terletak di dekat anus.
5.Sistem
saraf
Susunan saraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh
tubuh.
6.Sistem Reproduksi
Pada Gastropoda ada hewan yang
diesis dan monoesis.Pada hewan monoesis, alat kelamin jantan dan betina
terdapat pada satu hewan, tetapi tidak dapat membuahi sendiri.Untuk melakukan
pembuahan harus didahului dengan kopulasi. Ovotestis menghasilkan sperma yang
disalurkan ke vasa deferensia dan akhirnya masuk ke vagina hewan lain dengan
perantaraan penis yang dapat dikeluarkan dari lubang genital. Ovotestis juga
menghasilkan sel telur.Sel telur ini dibawa lewat saluran hermafroditus untuk
mendapat albumin kemudian uterus lalu ke oviduk. Di oviduk sel telur dibuahi
sperma hewan lain.
Contohnya adalah Achatina fulica (bekicot).
C.
Cephalopoda
Cephalopoda berasal dari kata
cephalo yang berarti kepala dan podos yang berarti kaki.Jadi, Cephalopoda
adalah hewan yang berkaki di kepala (Kimball, 1983).
A. Ciri-ciri
umumnya, yaitu(Kimball, 1983). :
a). Tubuhnya berbentuk sekoci atau
gelendong.
b). Kulit tubuhnya dapat berubah
warna.
c). Memiliki
tentakel (lengan) yang jumlahnya bervariasi dan dilengkapi alat penghisap untuk
menangkap mangsa.
d). Lengan
dibantu sirip di kanan dan kiri tubuh yang berfungsi sebagai alat kemudi jika
hewan bergerak ke depan.
e). Kepalanya terletak di antara
leher mantel dan tentakel.
f). Pada kepala terdapat sepasang
mata.
g). Sistem organ penunjang kehidupan
Cephalopoda, yaitu :
B.
Sistem Organ
Adapun sistem organ dari Cephalopoda yaitu (Nontji,
1986):
1.Sistem
pencernaan
Organ pencernaan dimulai dari rongga
mulut yang dikelilingi tentakel, dan berturut-turut menuju ke faring, esofagus,
lambung, usus halus, dan berakhir di anus.Di faring terdapat radula dan mati.
2.Sistem
Peredaran darah
Alat peredaran darahnya terdiri dari
jantung sistemik, aorta, dan arteri, merupakan peredaran darah ganda dan
tertutup.
3.Sistem
Ekskresi
Organ ekskresi berupa nefridium yang
terletak di sebelah jantung.
4.Sistem
saraf
Sister saraf terdiri atas tiga
pasang ganglion. Indra sensoris juga sangat berkembang bdan dilengkapi dengan
dua statosista(alat keseimbangan) dan alat pembau.
5.Sistem
Reproduksi
Reproduksi terjadi secara seksual
dengan fertilisasi internal.Hewan jantan dan betina terpisah (diesis).
Contoh Cephalopoda ialah Octopoda,
cumi-cumi, dan Nautilus.
2.4 Crustasea
Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air
laut dan air tawar.Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas
sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian
anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung
belakang)nya sempit (Nybakken,1988).
A. Ciri Ciri
Pada bagian kepala terdapat beberapa
alat mulut, yaitu (Nybakken,1988):
1). 2pasang antena
2). 1 pasang mandibula, untuk
menggigit mangsanya
3). 1 pasang maksilla
4). 1 pasang maksilliped
Maksilla
dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke
mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan
berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan
2.5 Sistem Organ
Adapun sistem organ dari Crustacea yaitu (Kimball,
1983):
1). Sistem Pencernaan
Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan
tumbuhan.Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya,
sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior.Hewan
ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di
kedua sisi abdomen.Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang
melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
2). Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak
berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat
keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai
3)Sistem
Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea
disebut peredaran darah terbuka.Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah.Darah
tidak mengandung hemoglobin, melainkanhemosianin yang daya ikatnya terhadap O2
(oksigen) rendah.
4)Sistem Pernafasan
Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang.Kecuali
Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
5)Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa
Crustacea rendah.Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki
ketiga.Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki
kelima.Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).
Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau
pergantian kulit.Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan
udang yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali.Selain itu udang
mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang
akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian
kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.
2.5 Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari
Crustacea yaitu ( Nontji, 1986):
1)Entomostraca (udang tingkat
rendah)
Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun
zooplankton, adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan.
Hewan ini
dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:
a). Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.Hewan ini sering
disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan
berlangsung secara parthenogenesis.
b).
Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.Hidup di air tawar
dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.
c).
Copecoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.Hidup di air laut dan air
tawar, danmerupakan plankton dan parasit,segmentasi tubuhnya jelas.
d).
Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.Tubuh dengan kepala
dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu
atau benda lain.Cirripedia ada yang bersifat parasitCara hidup Cirripedia
beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar
kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.
2). Malakostraca (udang tingkat
tinggi)
Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di
air tawar.Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu
serta perut (abdomen).Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda,
Stomatopoda dan Decapodaa).
a).Isopoda
Tubuh
pipih, dorsiventral, berkaki sama.
Contoh:
- Onicus
asellus (kutu perahu)
- Limnoria
lignorum
Keduanya
adalah pengerek kayu.
b). Stomatopoda
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).Hidup di laut,
bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang
kepala mempunyai karapaks.Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang
dapat bergerak, mata dan antena.
c). Decapoda
Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam.Hewan ini
mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting
peranannya bagi kehidupan manusia.Decapoda banyak digunakan sebagai sumber
makanan yang kaya dengan protein.Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan
rajungan. Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh
karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga
hewan si kaki sepuluh.Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.
Beberapa
contoh Decapoda berikut uraiannya, yaitu (Nontji, 1986):
A.Udang
1.Penacus
setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak
dibudidayakan.
2.Macrobrachium
rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau.
3.Cambarus
virilis (udang air tawar)
4.Panulirus
versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut.
5.Palaemon
carcinus (udang sotong)
B.Ketam
1.Portunus
sexdentatus (kepiting)
2.Neptunus
peligicus (rajungan) / Pagurus sp.
3.Parathelpusa
maculata (yuyu)
4.Scylla
serrata (kepiting)
5.Birgus
latro (ketam kenari)
2.6 Peran Crustacea bagi Kehidupan
Manusia
Jenis
Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal, antara lain (Nybakken,
1988):
1). Sebagai
bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting.
2). Dalam
bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan,
misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.
2.7 Crustacea yang merugikan antara lain(Nybakken,
1988):
1). Merusak
galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.
2). Parasit
pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.
3). Merusak
pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Pratktikum
taksonomi invertebrata dilakukan pada hari Selasa, 12 November 2013 di
Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum
ini yaitu :
1. Penjepit 1 buah
2. Gunting bedah 1 buah
3. Pisau bedah 1 buah
4. Jarum pentul 4 buah
5. Papan bedah 1 buah
6. Kaca pembesar 1 buah
7. Alat tulis 1 set
3.2.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam
praktikum ini yaitu :
1. Udang air tawar ( Cambarus
virilis ) 1 ekor
2. Cumi cumi ( Loligo pealeii ) 1
ekor
3.3 Langkah kerja
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Digambar ke dua bahan yaitu
cumi-cumi dan udang (morfologi dan anatominya)
3. Diidentifikasi bagian-bagiannya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Cumi cumi ( Loligo
pealeii )
4.1.1 Gambar pengamatan morfologi
|
Gambar
pengamatan
|
Gambar
literatur
|
|
|
(Anonymous,2001)
|
Keterangan :
1. Sirip
2. Lengan dengan panjang 6 cm
3. Tentakel dengan panjang 17 cm
4. Alat penghisap
5. Mata
6. Mulut
7. Dorsal survace
8. Ventral surface
9. Tubuh dengan panjang 10 cm
4.1.2 Gambar pengamatan anatomi
|
Gambar
pengamatan
|
Gambar
literatur
|
|
|
(Anonymous,20011)
|
Keterangan :
1. Insang
2. Penis
3. Ginjal
4. Kantong pita
5. Kartilago
6. Funnel
7. Usus
4.1.2 Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Divisi : Mollusca
Kelas: Cepalopoda
Ordo: Decapoda
Family: -
Genus: Loligo
Spesies: Loligo
Pealeii
4.1.3 Pembahasan
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan bahwa cumi cumi ( Loligo
pealeii ) termasuk divisi Molluscadengan kelas Cepalopoda. Cumi cumi
memiliki tubuh yang lunak, panjang lengan pada saat pengamatan 6cm,tentakel
dengan panjang 17cm, panjang tubuhnya 10cm. Pada pengamatan yang di lakukan
dapat terlihat bagian sirip, alat penghisap, mata, mulut, dorsal surface, dan
ventral surface.
A.
Morfologi
a.
Ciri ciri
Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas
kepala , leher, dan badan. Kepala cumi-cumi besar, matanya berkembang dengan
baik karena telah dapar berfungsi untuk melihat.Mulutnya terdapat di
tengah-tengah, dikelilingi oleh 10 tentakel, 2 tentakel panjang dan 8 tentakel
lebih pendek.Tentakel panjang berfungsi untuk mengangkap mangsa dan
berenang.Pada setiap tentakel terdapat alat penghisap atau sucker.Di sisi kiri
dan kanan tubuhnya terdapat sirip yang penting untuk keseimbangan tubuh.
Pada dinding permukaan dorsal
terdapat pen yang penting untuk menyangga tubuh.Seluruh tubuh cumi-cumi
terbungkus oleh mantel. Di bagian punggung, mantel melekat pada badan,
sedangkan di daerah perut tidaka melekat, sehingga terbentuk rongga , disebut
rongga mentel.
Cumi-cumi dapat bergerak dengan dua
cara, yaitu dengan menggunakan tentakel dan dengan menyemprotkan air dari
rongga mantel. Bila rongga mentel penuh air, dan air menyemprot melalui sifon
menyebabkan tubuh cumi-cumi terdorong mundur.Semprotan air menimbulkan dorongan
yang sangat kuat terhadap tubuh cumi-cumi, sehingga timbul gerakan seperti
panah, itulah sebabnya cumi-cumi sering disebut panah laut.
b.
Habitat
Hidup cumi-cumi sebagian besar di
laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa invertebrata
lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua cumi cumi bergerak cepat dengan
berenang.
B.
Anatomi
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas
kepala.Leher dan badan. Di depan kepala terdapat mata yang besar dan tidak
berkelopak. Mata ini berfungsi sebagai alat untuk melihat.Masih di dekat kepala
terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin
bergerak ke belakang, sifon akan menyempurnakan air ke arah depan, sehingga
tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan
sirip dan tentakelnya
a.
Sitem pembuluh darah
Sistem
pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup, jadi darah
seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah.Hewan ini bernafas dengan insang
yang terdapat di rongga mantel.Sedangkan ekskresi dilakukan dengan ginjal.Alat
reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung
rongga mantel.
b.
Sistem pencernaan
Sistem
pencernaan makanan terdiri atas: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus
buntu, usus dan anus. Juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar
ludah, hati dan pankreas.
c.
Reproduksi
Cumi-cumi hanya dapat berkembang
biak secara kewin. Alat kelaminnya terpisah, masing-masing alat kelamin
terdapat di dekat ujung rongga mantel denag saluran yang terbuka kea rah corong
sifon. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga
mentel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kepsul dari bahan
gelatin.Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil.
4.2 Udang air tawar ( Cambarus
virilis )
4.2.1 Gambar pengamatan morfologi
|
Gambar pengamatan
|
Gambar literatur
|
|
|
(
Anonymous,2011)
|
Keterangan :
1. Mata
2. Antena
3. Rostum
4. Mulut
5. Telson
6. Uropod
7. Kaki renang
8. Kaki jalan
9. Cheliped
4.2.2Gambar pengamtan anatomi
|
Gamabar
pengamatan
|
Gamabar
literatur
|
|
|
( Anonymous,2011)
|
Keterangan :
1. Kaki renang 5 pasang
2. Kaki jalan 5 pasang
3. Antennula 2 pasang
4. Antena 1 pasang
5. Uropod 2 pasang
6. Maxiliped 2 pasang
4.2.3 Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Divisi : Arthopoda
Kelas : Crustasea
Ordo : Dekapoda
Family : Cambardae
Genus : Cambarus
Spesies : Cambarus virilis
4.2.4
Pembahasan
A. Morfologi
Berdasarkan
hasil pengamatan yang dilakukan bahwa udang air tawar ( Cambarus virilis)memiliki
bentuk tubuh yang bersegmen keras, pada saat pengamatan terlihat bagian mata,
antena, rostum, mulut, telson, uropod, kaki renang, kaki jalan dan cheliped.Cambarus virilis memiliki kaki renang sebanyak 5 pasang,
memiliki kaki jalan 5 pasang, antennula 2 pasang, antena 1 pasang uropod 2
pasang dan maxiliped 2 pasang.
a.
Ciri – ciri
Tubuh Crustacea
bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu)
serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih
lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.
Pada bagian kepala terdapat beberapa
alat mulut, yaitu:
1). 2pasang antena
2). 1 pasang mandibula, untuk
menggigit mangsanya
3). 1 pasang maksilla
4). 1 pasang maksilliped
b.
Habitat
Hidup cumi-cumi sebagian besar di
laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa invertebrata
lainnya.
B. Anatomi
1. Sistem Pencernaan
Makanan
udang air tawar berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan.Alat pencernaan
berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus,
lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior.Hewan ini memiliki kelenjar
pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen.Sisa
pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi
disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
2.4.1.2 Sistem Saraf
Susunan
saraf Crustacea adalah tangga tali.Ganglion otak berhubungan dengan alat indera
yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk
(facet) yang bertangkai.
2.4.1.3 Sistem Peredaran Darah
Sistem
peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka.Artinya darah beredar
tanpa melalui pembuluh darah.Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan
hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen)
rendah.
2.4.1.4 Sistem Pernafasan
Pada
umumnya Crustacea bernafas dengan insang.Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat
kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
2.4.1.5 Alat Reproduksi
Alat
reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah.Alat
kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga.Sedangkan alat kelamin jantan
terdapat pada pasangan kaki kelima.Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar
tubuh).
Dalam
pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit.Udang dewasa
melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang yang masih muda mengalami
ekdisis dua minggu sekali.Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan
sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal
kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut
akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengamatan praktikum, maka kesimpulan dari praktikum ini ialah sebagai
berikut:
1. Cumi-cumi (Loligo
pealeii ) termasuk divisi Molluscadengan kelas
Cepalopoda. Cumi cumi memiliki tubuh yang lunak, panjang lengan pada saat
pengamatan 6cm,tentakel dengan panjang 17cm, panjang tubuhnya 10cm. Pada
pengamatan yang di lakukan dapat terlihat bagian sirip, alat penghisap, mata,
mulut, dorsal surface, dan ventral surface.
2. Udang (Cambarus virilis)memiliki bentuk tubuh
yang bersegmen keras, pada saat pengamatan terlihat bagian mata, antena,
rostum, mulut, telson, uropod, kaki renang, kaki jalan dan cheliped.Cambarus virilis memiliki kaki renang sebanyak 5 pasang,
memiliki kaki jalan 5 pasang, antennula 2 pasang, antena 1 pasang uropod 2
pasang dan maxiliped 2 pasang.
5.2 Saran
Secara
keseluruhan sudah cukup baik.
DAFTAR PUSTAKA
Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Zoology Dasar.
Jakarta: Erlangga
Jasin, Maskuri. 1984. Sistematika Hewan Vertebrata dan Avertebrata.Surabaya
: Sinar Wijaya Surabaya
Kimbal, John. W. 1983. Biologi, edisi ke lima. Institut pertanian
bogor : PT gelora Aksara Pratama
Kastawi, Yusuf. 2005. Zoologi Avertebrata.
Malang : UM Press
Nontji , A. 1986. Laut Nusantara. Jakarta:
Djambatan
Nybakken, J.W. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan
Ekologis. Jakarta : PT. Gramedia
Pringgenies,
Delianis.2011. MORFOLOGI DAN ANATOMI CUMI-CUMI Loligo duvauceli
YANG
DAPAT MEMANCARKAN CAHAYA (Morphology and Anatomy of light-emitting squid
Loligo duvauceli). Jurnal Moluska Indonesia. Volume 2(1 ): 33-38
Radioputro. 1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga
Sahara, Eli. 2011. PENGGUNAAN KEPALA UDANG SEBAGAI
SUMBER PIGMEN DAN KITIN DALAM PAKAN TERNAK (Utilizing of shrimp head as
source of pigment and chitin on animal feed).AGRINAK. Vol . 01 No. 1
Langganan:
Postingan (Atom)
Candi Badut Warisan Tertua Jawa Timur
Candi Badut Warisan Tertua Jawa Timur Oleh : Muhammad Faizal Biologi 12620074 085731144277 Muhammad.faizal.200@gma...
-
Candi Badut Warisan Tertua Jawa Timur Oleh : Muhammad Faizal Biologi 12620074 085731144277 Muhammad.faizal.200@gma...
-
Setelah lulus sebagai sarjana si Wawan melanjutkan ke jenjang berikutnya (jenjang S2) dengan biaya yang tidak sedikit. SPP set...
